Akar Keladi Air Kerajinan Tangan Melayu Pontianak - Korpus Bahasa

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 21 Agustus 2019

Akar Keladi Air Kerajinan Tangan Melayu Pontianak

Oleh Dicky Rizky Julianto

korpus bahasa daerah
Nuraini Pengrajin Keladi dari Gang Waris Tanjung Hulu Pontianak Timur

Akar Keladi Air Kerajinan Tangan Melayu Pontianak


Keladi air merupakan tumbuhan yang hidup di rawa dan habitatnya menumpang atau menjalar pada pohon di hutan. Semakin tinggi pohon yang ditumbuhi tanaman ini semakin panjang pula akarnya. Panjang akar dari tanaman ini sekitar 3—6 meter, jika akar ini dikupas bagian akan didapatkan akar yang bertekstur halus dan kuat. Akar keladi yang sudah dikupas ini lah yang dijadikan kerajinan tangan.

Kerajinan tangan akar keladi air cukup digemari, terutama untuk masyarakat Melayu Pontianak. Kerajinan tanaman keladi air kerap dijadikan sebagai benda untuk melengkapi acara-acara dalam adat istiadat budaya masyarakat Melayu di Pontianak tak terkecuali di Kecamatan Pontianak Timur, Kelurahan Tanjung Hulu.

Nuraini salah satu pengrajin yang berada di Tanjung Hulu tepatnya di Gang Waris berujar, “kerajinan tangan akar keladi aek ni lumayan banyak peminatnye, dari untok nikahan sampe untok hiasan yak. Jadi mak saye dolok yang pertame buat kerajinan ini ni. Dolok si kerjinan tangan ini ni untok orang tue nyimpan perlengkapan menyireh, tempat bunge, same untok tempat barang-barang antaran untok kawenan.”

Wanita dua anak ini menambahkan, “Kire-kire usahe kecil ini ni mak saye rintis sekitar taon 1982 atau 1983 gituklah. Dolok si cuman untok keluarge-keluarge yang mesan, lamak-kelamak’an banyak orang yang tau. Biaselah orang dolok-dolok cepat sampainye kalok dah dari mulot kemulot tu.”

Apa bedanya masa dulu dan sekarang yang terjadi pada kerajinan anyaman tanaman keladi air ini?

Beda dulu, beda sekarang. Tanaman keladi air dulu melimpah, banyak di hutan-hutan. Pengrajin masih sedikit, bentuk dari kerajinan masih minim kreativitas.

Benarkah kerajinan ini sudah susah dicari dan harganya pun mahal?

“Dolok dengan sekarang bede jaoh, dolok nyarek bende tu nyaman. Pegi yak ke utan ambawang, maseh nyaman nyareknye waktu mak saye dolok. Waktu saye sekarang ni susah dah nyarek bahan. Utan udah jarang, jadi susah nyarek bende tu,” jelas Nuraini.

Nur berkata, “Sekarang pon hargenye udah mahal, selaen karne susah nyarek bahan. Bende kerajinan tu pon udah macam model, susah dah buatnye. Dari bentok tas, topi, tempat buah, macam-macam, tadak macam dolok. Jadi kite ni pon jadi serbe salah, mao jual murah salah, mao jual mahal pon salah.”

Kerajinan tangan anyaman keladi air ini beragam macam bentuk dan guna. Ada yang berbentuk piring, topi, tas, mangkuk, guci, tempat buah, tempat untuk antaran pernikahan, untuk souvenir pernikahan. Khusus untuk suvenir pernikahan ini biasa berbentuk angsa, gelang, cincin, dan lain-lain. Masih banyak lagi ragam dan bentuk, sesuai dengan pesanan dari pelanggan.

Kerajian tangan anyaman keladi air ini harusnya  diperhatikan oleh pihak pemerintah Kota Pontianak. Anyaman keladi air dapat menjadi ciri khas Melayu Kota Pontianak, khususnya daerah Tanjung Hulu. Selain itu akan menambah lapangan pekerjaan dan potensi daerah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Halaman