Penduduk Rasau Jaya Jaga Kerukunan Antarsuku - Korpus Bahasa

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 21 Agustus 2019

Penduduk Rasau Jaya Jaga Kerukunan Antarsuku

oleh Noviea Inca Shentya

Penduduk Rasau Jaya Jaga Kerukunan Antarsuku
Krisna Sitorus

Penduduk Rasau Jaya Jaga Kerukunan Antarsuku 


 “Berbeda-beda tetapi tetap satu” semboyan tersebut agaknya pantas disematkan untuk Kecamatan Rasau Jaya, yang merupakan satu di antara kecamatan yang terdapat di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Kecamatan Rasau Jaya sendiri terdiri atas enam desa, yaitu Desa Bintang Mas, Pematang Tujuh, Rasau Jaya 1, Rasau Jaya 2, Rasau Jaya 3, dan Rasau Jaya Umum.  Penduduk Kecamatan Rasau Jaya tidak hanya penduduk asli Kalimantan Barat yaitu suku Melayu, namun di daerah ini juga terdapat masyarakat Jawa, Madura serta Batak.

Sri Winingsih wanita kelahiran 38 tahun silam merupakan ibu dari tiga orang anak hasil pernikahannya dengan seorang pria transmigran asli dari Jawa Tengah. Saat ini ia tinggal di daerah Rasau Jaya. Menurutnya Rasau Jaya merupakan daerah yang selalu menjaga kerukunan antarsuku.

Di daerah ini masyarakat masih kental dengan gotong royong, jika ada hajatan/acara besar, masyarakat tidak segan untuk saling membantu, seperti mendirikan tenda bagi yang pria dan memasak bagi wanita. Keadaan seperti ini masih dirasakannya sampai sekarang.

“Saya tidak pernah mendengar ataupun melihat langsung kalau di Rasau Jaya ini ada perkelahian antar suku ya, selama ini kita sesama warga saling menghormati, mau itu suku pendatang atau suku asli dari Kalimantan Barat.” Ujarnya.

Sri menambahkan ketika malam hari misalnya, kita yang berada di daerah Rasau Jaya 1 masih melakukan ronda malam dan gotong royong di hari minggu, keadaan seperti ini sudah berlangsung sejak lama.

Ketika mengadakan ronda malam yang rutinnya dilakukan kaum pria pada tengah malampun terdiri dari beberapa suku, tidak hanya Melayu, namun suku Jawa, Madura, dan Batak bersama-sama unuk menjaga daerah tersebut.

Kerukunan antarsuku ini juga merambat pada pernikahan. Tak bisa terelakkan lagi pernikahan berbeda suku di Rasau Jaya memang kerap terjadi dan hal yang lumah.

“Di Rasau Jaya memang sering pernikahan berbeda suku, seperti Jawa dan Melayu, Jawa dan Madura, ataupun Madura dan Melayu,”  jelas ibu tiga orang anak tersebut.

Sri merasa nyaman tinggal di daerah ini karena kerukunan dan ketentraman masih terjaga hingga saat ini. Ia pun tidak ada rencana untuk pindah ke daerah lain.

Ia berharap keadaan seperti ini terus berlangsung hinga ke anak dan cucunya nanti untuk saling menghargai dan menghormati pebedaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Halaman