Kembangkan Budaya Lokal Melalui Festival Sahur-sahur - Korpus Bahasa

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 18 September 2019

Kembangkan Budaya Lokal Melalui Festival Sahur-sahur


Penulis : Ricky Muhammad Prayogo
Penyunting : Frans Jhorsmano.
                                             
                   
korpora.id Pontianak: Kentongan  merupakan alat komunikasi zaman dahulu yang dapat berbentuk tabung maupun berbentuk tabung maupun berbentuk lingkaran dengan sebuah lubang yang sengaja dipahat di tengahnya. Dari lubang tersebut, akan keluar bunyi-bunyian apabila dipukul. Kentongan tersebut bisa dilengkapi dengan sebuah tongkat pemukul yang sengaja digunakan untuk memukul bagian tengah kentongan tersebut untuk menghasilkan suatu suara yang khas.
Kentongan merupakan budaya lokal yang kini masih sering dimainkan. Agar tidak kehilangan kearifan lokalnya. Sejak lama, masyarakat Mempawah terbiasa membangunkan sahur pada bulan ramadhan dengan cara berkeliling sambil memainkan alat yang dipukul seperti kentongan bambu, jerigen, kaleng, dan lainnya. Untuk melestarikan dan mengembangkannya, makanya digelar parade lomba musik sahur ini.
Andre mengatakan, setiap tahun Festival Sahur-sahur Mempawah Selalu ramai dikunjungi masyarakat. “Dengan adanya acara ini diharapkan makin banyak lagi orang yang datang, bukan hanya dari Kalimantan Barat, tapi juga dari daerah lain.” Ujar Andre
Daya tarik Festival Sahur-sahur terdapat pada atraksi masing-masing grup ketika berjalan memainkan alat perkusi dan meneriakkan kalimat sahur. Lalu diiringi pula syair sholawat degan improvisasi masing-masing grup. Sehingga Acara ini menjadi tontonan masyarakat sekitar Kabupaten Mempawah. Festival ini merupakan agenda rutin yang digelar setiap bulan Ramadan. Setiap tahun, masyarakat antusias menyaksikan festival yang digelar oleh anak-anak muda Mempawah ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Halaman