Runtuhnya Pohon Sibau - Korpus Bahasa

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 18 September 2019

Runtuhnya Pohon Sibau


Runtuhnya Pohon Sibau



                                                                        Doc Pribadi


Penulis : Rini Novianti
Penyunting : Bella Margareta             

Korpora.Id, Kapuas Hulu- Bukit-bukit menjulang, hamparan pohon hijau hampir menjadi pemandangan setiap hari di kota ini. Deretan rumah warga berjejeran di sepanjang jalan. Beberapa orang menggunakan perahu sebagai transportasi penyebrangan. Sungai Kapuas yang begitu panjang semakin menambah asri pemandangan di kota ini.

Pada sore hari biasanya pemandangan di kota ini begitu indah apalagi dengan penampakan langit senja yang perlahan berganti malam hari. Burung-burung mulai berterbangan  pulang ke tempatnya, begitu juga dengan orang-orang yang berlalu-lalang di jalan pulang ke rumah untuk beristirahat dari pekerjaannya selama berhari-hari."Oh indahnya, oh jernihnya, sungai Kapuas yak meh nama ya" kira-kira begitulah sepenggal lirik lagu sungai kapuas. Lagu ini dibuat untuk menunjukkan betapa kagumnya orang-orang Putussibau dengan kekaguman rupa sungai Kapuas.

Sambil berbincang-bincang dengan sahabat saya bernama Kerawing, begitu unik namanya, Dia mengungkapkan bahwa nama itu merupakan pemberian dari orangtuanya dalam bahasa dayak, arti kerawing adalah bintang yang bersinar. Kami membuka pembicaraan ringan tentang asal mula penamaan kota Putussibau. Dia mengetahui asal mula penamaan kota Putusibau dari orangtuanya.

Ternyata dulu, sungai Kapuas hanya memiliki satu cabang sungai saja, tidak memiliki dua cabang sungai seperti sekarang. Yang membuat sungai kapuas menjadi dua cabang karena ada pohon yang sangat besar yang bernama pohon Sibau yang tumbang dan memutuskan atau membagi sungai kapuas menjadi dua cabang sungai.

Sungai kapuas adalah salah satu sungai yang menjadi ikon wisata di kota ini, hal tersebutlah yang membuat nama kota ini diambil dari kata pertama yaitu "Putus" karena sungai Kapuas terputus atau terbagi menjadi dua cabang sungai dan dari kata kedua yaitu "Sibau" karena yang memutuskan cabang sungai kapuas menjadi dua adalah pohon Sibau yang tumbang. Jadilah namanya Putussibau sampai sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Halaman