Tradisi Antar Ajong Masyarakat Pesisir Pantai - Korpus Bahasa

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 18 September 2019

Tradisi Antar Ajong Masyarakat Pesisir Pantai



Penulis : Silvia Nada Ariska
Penyunting : Yolanda Oktaviani

           
                                                         Sumber : biacksambas. blogspot.com

Korpora. Id, Sambas-  Kabupaten Sambas merupakan daerah yang memiliki kekayaan budaya yang sangat luar biasa. Di Kabupaten Sambas terdapat sebuah kecamatan yaitu Kecamatan Paloh.
Kecamatan Paloh merupakan kecamatan yang berada di pesisir pantai wilayah perbatasan, yaitu berbatasan dengan Serawak. Satu di antara desa yang terdapat di Kecamatan Paloh  yaitu Desa Tanah Hitam.

Desa Tanah Hitam merupakan desa yang tidak jauh dari pesisir pantai Salah satu kebudayaan yang terdapat di Desa Tanah Hitam Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas adalah kegiatan Antar Ajong. Antar ajong  dilakukan setiap tahun oleh warga setempat, terutama di Kecamatan Paloh. Ritual ini dilakukan pada saat musim tanam (padi). Hal ini dilakukan sebagai tradisi masyarakat, dan diyakini dapat meningkatkan hasil panen di musim tanam yang baru.

Antar Ajong bisa diartikan membuang atau melepaskan atau menghanyutkan sebuah replika perahu lancang kuning yang bernuansa warna kuning (warna khas Kesultanan Sambas) yang berukuran 1-2 Meter yang berisi aneka jenis sesajian berupa hasil-hasil bumi ke laut lepas. Menurut seorang pawang senior di Kecamatan Paloh, Antar ajong sudah dilakukan masyarakat setempat sejak Zaman Kerajaan Majapahit, sebelum Kesultanan Sambas berdiri. Waktu itu, secara periodik masyarakat mengirimkan atau mengantar upeti kepada Kerajaan Majapahit. Setelah Kesultanan Sambas berdiri, pengiriman upeti tersebut tidak dilakukan lagi.

Dengan kata lain,  awal munculnya Antar Ajong ini adalah bentuk hubungan pemerintahan dengan Kerajaan Majapahit. Yakni sudah menjadi lumrah jika suatu wilayah yang telah dikuasai sebuah kerajaan, maka rakyat di wilayah tersebut harus patuh pada segala aturan dari kerajaan. Salah satu aturan tersebut adalah membayar upeti pada pihak kerajaan.

Kepercayaan orang Paloh, tradisi ini juga tak dilepaskan dengan kisah Raden Sandhi yang diangkat sebagai menantu raja oleh "orang kebanaran" atau “orang halus”. Menurut masyarakat Paloh, Raden Sandhi bukannya mati, tapi dibawa orang kebenaran. Masyarakat Paloh sampai saat ini masih percaya dengan hal-hal berbau mistik.

Prosesi Antar Ajong (perahu) dilakukan dengan mengantarkan perahu-perahu kecil ke tengah laut (pantai) yang di atas perahu tersebut dibentangi layar untuk bisa berlayar jauh ke tengah laut. Pembuatan ajong ini di lakukan secara bergotong royong, mulai memotong, membelah bahkan hingga mengecat serta memberi bentuk layar ajong tersebut. Apabila ajong sudah siap, maka dilakukan penurunan ajung di pantai (pantai tanah hitam) untuk mengarungi lautan luas.

Sebelum ajong dilepas, terlebih dahulu diantar dengan tradisi joget dan diiringi dengan bunyi-bunyian gendang (musik) tradisional masyarakat setempat. Pelepasan ajong harus di lakukan secara serentak oleh pemilik ajong yg merupakan wakil dari masing-masing desa. Antar ajong dimaksudkan agar roh-roh jahat agar tidak mengganggu tanaman petani. Setelah dikumpulkan di dalam satu ajong, roh-roh jahat tersebut kemudian dikirim kelautan lepas.

Ritual antar ajong ini diikuti dan disaksikan dari berbagai etnis yang ada di Paloh. Ketika pelaksanaan ritual antar ajong inilah terjadi hubungan/interaksi masyarakat dari berbagai etnis, agama, tua-muda, laki dan perempuan. Di samping itu,  sisi lain budaya dan ritual ini menjadi pesta syukur rakyat Paloh.

Sebelumnya tetua dari tradisi adat antar ajong, Juhdi, menyampaikan dengan pelaksanaan antar ajong yang dilakukan masyarakat dapat di jauhkan dari berbagai macam roh jahat, hama wereng dan tikus. Karenanya, ruh-ruh jahat itu, mesti "diikat" dan di bawa dengan ajong, menuju laut lepas. Dan ia percaya, ada perubahan hasil panen terhadap tanaman padi yang ditanam oleh masyarakat paloh. Ia juga berharap tradisi antar ajung bisa tetap dijaga dan dilestarikan.

Menurut pandangan masyarakat tentang Ritual Adat Antar Ajong bermacam-macam. Ada yang beranggapan kegiatan tersebut baik demi keselamatan dan kebaikan bersama, ada pula yang beranggapan kegiatan tersebut merupakan kegiatan musyrik. Di samping ada sisi tradisi dan ritual, antar ajong bisa menjadi daya tarik wisata di Kabupaten Sambas. Masyarakat juga berharap, tradisi antar ajong ini lebih dikenalkan lagi keluar daerah agar wisatawan dapat mengenal tradisi antar ajong ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Halaman