Himbasi FKIP Untan Adakan Dialog Milenial Inspiratif - Korpus Bahasa

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, 28 Oktober 2019

Himbasi FKIP Untan Adakan Dialog Milenial Inspiratif


Himbasi FKIP Untan Adakan Dialog Milenial Inspiratif


Dokumen Pribadi


Korpora, id. Pontianak-Dialog milenial inspiratif merupakan satu diantara rangkaian kegiatan dalam memperingati gebyar bulan bahasa (GBB) yang diadakan oleh  Himbasi (Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia) FKIP Untan. Senin, 28 Oktober 2019 yang berlokasi di Aula FKIP dengan mengusung tema “Pemuda Berani Beda.”

Kegiatan ini menghadirkan dua tokoh inspiratif yaitu Indra Dwi Prasetyo dan Fuzy Firda Zhan sebagai Duta Bahasa Nasional Kalimantan Barat. Serta menghadirkan moderator Tri Riesky. Peserta dalam dialog ini terdiri dari berbagai Universitas yang ada di Pontianak.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dekan FKIP Untan. Serta diikuti oleh kata sambutan dari ketua Himbasi dan kata sambutan dari ketua FIM (Forum Indonesia Muda) Pontianak.

Dalam dialog ini Indra menuturkan “Perkembangan revolusi industri 4.0 ditandai dengan adanya turbulensi goncangan sosial, mereka yang tidak siap dengan perubahan akan ditinggal zaman. Manusia sekarang sebagai Human internet of thing. Sehingga akan mengalami disrupsi atau patahan. Teknologi adalah sebagai media bukan subjek.” Tuturnya.

Kemudian dilanjutkan oleh pemaparan yang disampaikan oleh Fuzy. Ia menuturkan “Bagaimana peran pemuda dalam melestarikan bahasa di abad modern.” tuturnya.

Dialog milenial inspiratif dengan tema pemuda berani beda ini sebagai bentuk upaya membangkitkan semangat pemuda dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda. Pembahasan dalam kegiatan ini menitik beratkan perkembangan bahasa di abad modern dan bagaimana peran kita sebagai pemuda dan pemudi dalam menghadapinya.

Peserta dalam dialog juga menyampaikan pertanyaan kepada pemateri dengan sangat antusias, ia menuturkan “Apa upaya anda sebagai duta bahasa dalam mempertahankan bahasa daerah yang dapat kami contoh, sehingga meskipun bukan sebagai duta bahasa kami bisa menjadi pelopor dalam mempertahankan bahasa daerah agar tidak punah.” Tutur Rusmidah selaku peserta.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Halaman