Baju Adat Perempuan Dayak Kayan - Korpus Bahasa

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 10 November 2019

Baju Adat Perempuan Dayak Kayan


Penulis: Rini Novianti
Penyunting: Bella Margareta 

(Dokumen Pribadi)

Korpora.id, Kapuas Hulu - Keindahan langit sore yang ditawarkan alam seolah-olah mendukung pembicaraan kami diteras rumah, diatas pintu rumah terlihat ukiran motif Dayak terpampang. Teh yang masih hangat-hangat kukuh jadi suguhan minum kami ditambah lagi pisang goreng yang baru saja diangkat dari wajan penggorengan sehingga asap-asapnya mengembul keluar dari makanan penggugah selera ini.

Sambil kami duduk bersila berbincang-bincang ringan tentang baju Dayak Kayan yang digunakan saat pernikahan adat salahsatu keluarganya. Kerawing (21 tahun) perempuan muda ini adalah keturunan Dayak Kayan di kampung Mendalam, Kapuas Hulu, Putussibau Utara yang sementara waktu bertempat tinggal di kota Pontianak karena pendidikan kuliahnya.

Dia mengambil gawai dibalik sakunya menunjukkan beberapa foto saat pernikahan adat. Beberapa perempuan dan laki-laki berjejer rapi mengenakan baju adat Dayak Kayan. Baju adat yang dipakai  disebut lip, lip terbuat dari kain sutra jadi tekstur dari pakaian ini begitu halus dan berbentuk kemban untuk kaum perempuan.

Dengan hiasan ikat kepala yang disebut da'a yang dibuat dari kain sutra dan manik-manik sebagai hiasan, umumnya yang menggunakan da'a ini adalah para perempuan dan laki-laki serta bawahan dari busana tersebut berupa rok yang dikenal dengan nama ta'ah. Salah satu ta'ah ada yang bercorak tumbuh-tumbuhan yang bermakna kehidupan orang Dayak Kayan tidak terlepas dari alam sekitarnya bahkan dikehidupan sehari-hari selalu berhubungan dengan alam yang mengelilingi mereka.

Berbeda dengan suku lain yang membuat busana dari bahan tenun ataupun kulit kayu, suku Dayak Kayan mengandalkan pakaian dan kainnya menggunakan bahan sutra karena dapat membuat para perempuan Dayak Kayan leluasa bergerak dan bahannya yang adem tidak mudah mengantarkan sinar matahari ke kulit tubuh. Bahan sutra yang mereka pakai menjadi bahan pembuat busana asli khas perempuan Dayak Kayan pada zaman dulu.

Budaya yang diwariskan nenek moyangnya baik adat istiadat dan nilai luhur dipegang secara ketat dan menjadi dasar kuat. Salah satu budaya yang masih diterapkan dimasyarakat Dayak Kayan adalah penggunaan pakaian adat yang biasanya dipakai untuk upacara adat pernikahan, naik dango, dange, panen padi, keagamaan, dan lain sebagainya.'

Namun pada zaman modern sekarang ini, banyak kita lihat bentuk busana pakaian adat yang dimiliki oleh masyarakat Dayak dan berbagai macam jenis warna dan dihiasi berbagai macam hiasan seperti manik dan aksesori-aksesori. Pakaian adat dayak seperti ini hanya bisa dipakai atau digunakan pada acara-acara tertentu. Seperti acara pernikahan, acara adat dan acara pergelaran seni budaya.

Itupun, sudah diperbaruhi dengan menggunakan kain yang umum dijadikan bahan pakaian oleh masyarakat pada zaman sekarang dan dihiasi dengan ukiran serta warna-warni khas suku Dayak untuk memperindah tampilannya. "Semoga baju-baju adat ini akan selalu dijaga keberadaannya agar tidak punah oleh perkembangan jaman dan tetap terjaga keaslian bahan-bahan pembuatan baju tersebut karena memiliki nilai keunikan dan ciri khas dari baju itu, sangat disayangkan jika dihilangkan" tutup Kerawing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Halaman