Hijau Persegi Panjang - Korpus Bahasa

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, 11 November 2019

Hijau Persegi Panjang


Hijau Persegi Panjang

@atik_arahman

Penulis            : Tika Wulandari
Penyunting     : Mia Audina

Siapa yang tahu tambol dari Mempawah alias kue tradisional? Biasanya makanan tersebut identik dengan rasa manis. Tetapi ada juga yang asin. Kalian suka yang mana?

Satu diantara tambol manis yang berasal dari daerah ini yaitu ati pari. Lezat disantap saat hujan turun atau berbuka puasa Ramadan. Warna dan bentuknya menjadi ciri khas.

Kata Nurmala selaku masyarakat sekitar “Bahan yang diperlukan untuk membuat ati pari tidak begitu banyak. Hanya tepung beras, air putih, dan air kapur. Sedangkan untuk menambah rasa nikmat dilumuri kuah yang terbuat dari gula merah dan santan kelapa. Jika diberi daun pandan maka lebih harum.”

Dari bahan di atas tidak semudah yang dibayangkan. Ada bagian tersulit dari proses pembuatannya yang kadang membuat orang menyerah di tengah jalan. Bahkan jera untuk mencoba kembali. 

Tutur Nursiah selaku pembuat ati pari “Campurkan tepung beras dan air putih ke dalam dandang yang sudah disiapkan.  Lalu masukkan air kapur dan pewarna hijau makanan. Aduk rata hingga mengental.  Angkat dan tuang adonan tersebut ke dalam cetakan persegi panjang.”

Tantangan terbesar dari ati pari adalah proses pengadukan. Dengan catatan adonan dikategorikan banyak. Ketika mulai mengeras siapkan tenaga ekstra agar tidak loyoh.  

Asap yang mengepul membuat keringat bercucuran. Pengorbanan dalam membuat makanan ini sama dengan dodol. Untungnya waktu yang diperlukan lebih cepat.

Sembari menunggu bahan utama mengeras. Kita bisa melakukan hal lain dengan membuat kuah gurih dari makanan ini. Pastinya mudah untuk diingat.

“Siapkan wadah untuk melelehkan gula merah. Jangan lupa tambahkan sedikit air putih terlebih dahulu. Setelah itu, tuangkan santan kelapa. Aduk hingga mendidih,” tambah Nursiah.

Kuah ini bukan hanya sebagai pelengkap. Tanpa hadirnya rasa ati pari akan hambar. Tidak menarik penikmat untuk mencicipi.

Setelah jadi, potong ati pari menjadi beberapa bagian. Curahkan kuah yang telah dibuat ke dalam mangkuk. Jangan lupa untuk mengajak orang sekitar merasakannya.

Ada dua cara menikmati hidangan ini. Pertama, selagi hangat. Kedua, dikonsumsi dalam kondisi dingin. Tergantung selera masing-masing. Semakin menantang apabila kuahnya ditambah dengan durian.

“Kurang lebih rasanya seperti bubur sumsum. Hanya saja bubur sumsum memiliki tekstur yang lembek dan tersimpan di cup puding,” ujar Nur Aida selaku penikmat.

Bagi kalian yang sudah tergoda. Silahkan buat sendiri dengan langkah-langkah yang telah dijelaskan. Semoga hasil memuaskan dan selamat berusaha.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Halaman