Menilik Keindahan Alam dan PLBN Aruk Samba - Korpus Bahasa

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 10 November 2019

Menilik Keindahan Alam dan PLBN Aruk Samba


Penulis             : Yeyen
Penyunting        : Verawati


Sumber: foto sekretariat kabinet

Koorpora.id, Sambas- Mentari pagi sudah menampakkan wajahnya di sebelah timur. Suara burung berkicau begitu riang, menyambut pagi yang lengang. Di saat bersamaan kami mulai bersiap  menghidupkan kendaraan  untuk melakukan perjalanan. 

Langit biru di penuhi gumpalan awan putih mengiringi perjalanan kami. Di sepanjang perjalanan menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, kami melewati perkebunan kelapa sawit yang berjejer seperti barisan serdadu. Sesekali melewati hamparan hutan dan  bukit-bukit kecil yang menjulang tinggi. Dalam perjalanan tak jarang kami berhenti sejenak menikmati keindahan alam  yang memberikan hawa  sejuk dan merenungi begitu sempurna ciptaan-Nya. Selain itu jalan yang dilalui sangat mulus dan tikungan-tikungan tajam yang menguji adrenalin juga tak luput menghiasi perjalanan kami.

PLBN Aruk merupakan gerbang negara yang berhubungan langsung dengan negeri Jiran yang terletak di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Jarak yang ditempuh untuk menuju PLBN Aruk dari Kota Sambas kurang lebih 2 jam.

Sang raja siang sudah mulai menantang langit mengibaskan terik penuh sengatan. Kami pun tiba di lokasi PLBN Aruk. Ketika datang kami di sambut dengan bangunan yang berdiri megah di tengah hutan yang masih di kelilingi pohon yang eksotis .

Bangunan PLBN Aruk memliki arsitek yang menarik yaitu berbentuk tameng khas Dayak yang menjulang megah dengan kombinasi etnik yang modern. PLBN Aruk dilengkapi dengan berbagai fasilitas mulai dari pemeriksaan terpadu, pemindai truk, pelayanan bea dan cukai, gudang sita hingga monumen lintas batas yang diresmikan sendiri oleh Joko Widodo. Di sini petugasnya juga ramah-ramah, sesekali menegur atau menyapa kami. Selain itu, kita juga bisa melihat lalu lintas aktivias masyarakat setempat yang menjual hasil pertanian mereka ke negara Malaysia. 

Sejak pembangunan PLBN Aruk  selesai di bangun, masyarakat Sambas menjadikan tempat ini sebagai objek wisata. Saat hari libur tempat ini ramai dikunjungi wisatawan lokal, nasional bahkan internasional.

Kami telusuri setiap bangunan PLBN Aruk dan pemandangan sekitar. Tak henti-hentinya kami berdecak kagum atas keindahan arsitek bangunan dan hamparan pemandangan bukit yang dihiasi pohon- pohon hijau menambah segar penglihatan. Lelah karena perjalanan pun terbayarkan dengan pemandangan yang luar biasa ini.

Tak terasa sang raja siang sudah mulai menyondongkan diri ke arah barat. Kami memutuskan untuk menutup petualangan kami di PLBN Aruk sampai di sini. Tak bisa kulupakan keindahan alam dan keindahan PLBN Aruk, akan selalu kukenang  dan takkan hilang dari catatan petualanganku.  Akan aku ceritakan keindahanmu ke dunia bahwa Sambas memiliki PLBN yang sangat memposana.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Halaman