Tetesan Keringat dan Air Mata Duta Bahasa - Korpus Bahasa

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Sabtu, 02 November 2019

Tetesan Keringat dan Air Mata Duta Bahasa

Penulis : Sherly Marselina Tri Lorenza
Penyunting : Yolanda Oktaviani


korpora.id, Pontianak - Hiruk pikuk ruangan aula kampus oren Universitas Tanjungpura yang mulai menggema karena satu per satu ditinggalkan massa yang baru saja menjadi peserta dalam sebuah agenda yang bertemakan bahasa, menemani kehangatan wawancara bersama sosok yang menginspirasi (Senin, 28 Oktober 2019).

Dia merupakan seseorang yang berprestasi, dan tak pelit berbagi ilmu. Fuzy Firda Zhan, itulah namanya. Fuzy merupakan Duta Bahasa 2019 provinsi Kalimantan Barat.

Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Tanjungpura tersebut bercerita tentang perjuangannya dalam menuju sukses meraih gelar sebagai Duta Bahasa. Senyum menyungging dari bibirnya membuat susasana kian mencair.

“Fuzy mengetahui kompetisi duta bahasa itu sejak tahun 2016, untuk menjadi duta bahasa itu melalui proses yang panjang. Banyak yang mengajak untuk ikut tapi melihat kemampuan diri sendiri yang belum mumpuni jadi merasa tidak yakin, padahal mau,” tutur gadis 24 tahun itu.

Namun, pasca hal tersebut dari 2016, 2017, hingga 2018 Fuzy mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan dalam kompetisi tahunan tersebut. Dimulai dengan harus mampu berbahasa Indonesia yang baik dan benar, mampu berbahasa daerah, dan bahasa asing setidaknya minimal Bahasa Inggris.

“Yang menarik adalah Fuzy saat itu mulai mengikuti kursus Bahasa Perancis di Kedai Perancis Untan. Lalu, untuk Bahasa Indonesia, Fuzy biasakan menulis dan sempat diberikan amanah juga untuk menjadi asisten dosen,” lanjut Fuzy.

Baginya hal yang paling menantang ialah ketika harus menampilkan bakat dalam satu sesi selama mengikuti karantina. Dengan mengingat kembali masa-masa itu, Fuzy menyatakan bahwa keterampilannya dalam bidang seni itu kurang.

“Fuzy itu keseniannya di bidang lukis, sebenarnya. Jadi, untuk penampilan Fuzy tidak dapat ide waktu itu. Tetapi akhirnya dapat saran dari teman-teman bahwa seni lukis ini bisa lho untuk dipertunjukkan. Akhirnya, ternyata bisa juga…,” tutur Fuzy dengan tersenyum manis.

Fuzy kemudian berpandangan bahwa ternyata dengan apapun kemampuan dan keterampilan kita, hal apapun itu bisa kita capai jika sungguh-sungguh mengingnkannya.

“Sebenarnya tahun 2018 sudah ikut. Namun, Fuzy merasa sekali pada waktu itu persiapannya belum matang. Alhamdulillah mampu mendapat juara harapan 1. Kemudian, ikut lagi di tahun 2019, dan ternyata dinobatkan sebagai Duta Bahasa,” syukur Fuzy dengan kerendahan hatinya.

Hari yang kian malam kala itu membawa percakapan semakin larut dalam suasana wawancara. Fuzy memperjelas jika kompetisis Duta Bahasa yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Kalimantan Barat tersebut, mekipun misalnya pada tahun sebelumnya sudah pernah ikut, pada tahun berikutnya diperkenankan kembali kecuali yang pernah menduduki posisi tiga besar.

Ungkapan dramatis pun mulai dilontarkan, “Perjuangannya panjang, tetesan keringat dan air mata itu pasti. Jadi, untuk teman-teman yang mungkin masih belum cukup percaya diri, ayo berusaha. Lakukan apa yang bisa dilakukan, gapailah mimpi setinggi-tingginya karena tidak ada yang mustahil jika kita mau berusaha,” tutup Fuzy. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Halaman