Bukit Maloy Indah Destinasi Wisata Baru Sungai Melayu - Korpus Bahasa

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 23 Desember 2020

Bukit Maloy Indah Destinasi Wisata Baru Sungai Melayu


D:\bismillah semangat kuliah\sem. 5\menulis featuru\IMG_20201212_010730.jpg

Sumber: akun Instagram Ketapangterkini


Korpora.id, Ketapang – Lambaian angin dan kehangatan sang surya memancarkan cahaya yang menyilaukan, dengan warna jingga yang dihasilkannya memberikan energi kepada saya untuk mengunjungi seseorang yang akan berbagi keindahan dari wisata yang baru dibuka.


Ketapang, siapa yang tidak mengetahui satu diantara kabupaten yang ada di Kalimantan Barat ini. Saya rasa orang yang asli dari Kalimantan Barat pasti tahu atau pernah mendengarnya. Ketapang merupakan kabupaten terluas di Kalimantan Barat, tentunya banyak sekali tempat wisata bahkan tempat kuliner yang dapat dikunjungi di ketapang ini. Mulai dari air terjun atau riam, pantai, bukit, dan masih banyak tempat wisata lainnya. Satu diantaranya adalah Bukit Maloy.


Bukit Maloy terletak di dalam kawasan hutan lindung Bukit Balaban Tujuh atau Bukit Balaban Rayak yang terletak di desa Sungai Melayu, kecamatan Sungai Melayu Rayak. Di Sungai Melayu sendiri sangat banyak tempat wisata berupa perbukitan dan air terjun. Bukit Maloy merupakan tempat wisata yang terbilang baru dibuka, yaitu pada saat lebaran Idul Fitri 2020 yang lalu.


Nama Bukit Maloy berasal dari nama buah, yaitu buah durian maloy. Dulunya di kawasan bukit tersebut banyak terdapat tanaman pohon durian maloy yang terkenal dengan rasanya yang sangat lezat dan memiliki tekstur lunak sehingga menjadi jenis durian yang diburu orang saat musim durian tiba.


“nama maloy kita ambil dari nama buah durian maloy yang terkenal karena rasanya yang sangat lezat dan lunak” tutur Nikolaus Sukur dengan ciri khas berbicara masyarakat Sungai Melayu.


Nikolaus Sukur seorang laki-laki yang saat ini berusia 37 tahun merupakan ketua dari sebuah lembaga yang bernama Lembaga Pengelolaan Hutan Desa (LPHD), saat ini Bukit Maloy berada di bawah pengelolan lembaga tersebut.


Dengan rasa bangga Nikolaus mengatakan bahwa tempat wisata ini didirikan oleh keinginan pemerintah desa dan masyarakat desa Sungai Melayu untuk menjaga dan melestarikan alam serta habitat lingkungan disekitar tempat wisata. Tempat wisata yang awal mulanya dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BumDes) kemudian diserahkan kepada LPHD untuk dikelola oleh lembaga tersebut.


Dalam rangka melestarikan alam serta memulihkan fungsi hutan yang sempat rusak karena kebakaraan hutan, mereka bekerja sama dengan PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA Group) yang bergerak di perkebunan kelapa sawit di kecamatan Sungai Melayu Rayak. Selain itu, pihak LPHD juga sudah melakukan penanaman sebanyak Sembilan ribu pohon di sekitar kawasan Bukit Maloy. 


“sudah ada Sembilan ribu yang kita tanam, sesuai pembagiannya. Ada durian, mentawa, karet, kopi, jengkol, dan cempedak,” terang Nikolaus dengan mata yang berbinar-binar yang diwawancarai pada tanggal 4 Sepetember 2020.


Adanya kerja sama dengan BGA Group mereka telah membuat program penanaman kembali bermacam-macam pohon sebanyak tiga ribu batang pohon pada luas lahan sebanyak 17 hektar. Mereka tentunya membuka diri untuk bekerja sama dengan pihak lain, terutama pihak pemerintah daerah agar dapat memberikan dukungan untuk mengembangkan manfaat hutan, sehingga dapat memberikan dampak kepada ekonomi masyarakat sekitar.


Bukit Maloy banyak menawarkan panorama pemandangan yang sangat indah yang dapat kita lihat dari ketinggian setiap bukit-bukit yang ada disekitar. Kita dapat merasakan kehadiran luas bentang alam yang sangat indah. Sebab kita akan dihadapkan pada tingkat-tingkat dari bukit tersebut yang dapat kita daki dengan menggunakan tangga untuk mencapai puncaknya.


Disaat kita mendaki untuk mencapai puncak bukit selain pemandangan yang dapat kita lihat, ada juga spot-spot lain yang dapat kita nikmati di Bukit Maloy. Waktu tempuh untuk mencapai puncak bukit juga tidak terlalu lama dan medan perjalanan juga tidak terlalu sulit untuk dicapai, hal ini membuat bukit maloy menjadikan pilihan kebanyakan orang untuk menghilangkan penat sejenak dengan pemandangan yang disuguhkan Bukit Maloy.


Seperti yang dikatakan oleh pengunjung yang bernama Grace perempuan berusia 20 tahun berbagi pengalamanya selama mengunjungi Bukit Maloy. Dengan nada takjubnya dan gaya bahasa ciri khas yang dimilikinya mengatakan.


“di Bukit Maloy tu ade air terjunye beh, kek pertingkatan gitu sekitar ade 7 tingkatan, terus ade riam, rumah pohon same air terjun jak”. Tutur Grace dengan wajah gembira.


Bukit Maloy tidak hanya terdiri dari bukit saja tetapi, ada juga air terjun, riam dan rumah pohon yang terletak pada puncak Bukit Maloy. Untuk mencapai puncak bukit kita akan dihadapkan pada tangga sebanyak 7 tingkatan dengan waktu tempuh dari kaki bukit ke puncak kurang lebih 15 menit. Namun, pada tangga 7 tingkatan ini kita hanya sampai pada air terjun di bukit. Untuk mencapai rumah pohon maka pengunjung akan kembali menaiki tangga lurus yang langsung menuju rumah pohon.


Berbicara mengenai Riam dan air terjun mungkin masih banyak orang yang belum mengetahui apa itu Riam dan mungkin orang mengira bahwa keduanya adalah sama. Padahal Riam dan air terjun adalah dua hal yang berbeda. Riam itu seperti sungai, orang sekitar lebih banyak menamai sungai tersebut dengan Riam sehingga sebenarnya lebih tepat pada istilah bahwa Riam merupakan nama dari tempat wisata.


Hal yang sangat disayangkan pada Bukit Maloy sebab memiliki ancaman disekitarnya yaitu disaat kita memasukinya sudah banyak kebun-kebun sawit baik milik perusahaan maupun milik pribadi. Ditakutkan keasriaan dari Bukit Maloy akan terkena dampak dari kebun tersebut. Pengelola sangat mendorong pemanfaatan hutan lindung menjadi objek wisata selama tidak melanggar peraturan yang ada. Sehingga, membuat masyarakat dapat memanfaatkan potensi tersebut tutur Nikolaus diakhir pertemuan tersebut.


Penulis            : Risky Amalia Ariska

Penyunting    : Tessa Lonika


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Halaman