Eksotisme Nanga Pari - Korpus Bahasa

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 15 Desember 2020

Eksotisme Nanga Pari

  C:\Users\user\AppData\Local\Microsoft\Windows\Temporary Internet Files\Content.Word\FB_IMG_1607088115474.jpg

Sumber: Dokumen Pribadi

Korpora.id, Sintang - Sebuah maha karya bentang alam nan hijau dikaki bukit saran dan kaki bukit merangin. Tempat ini terdapat di Desa Nanga Pari Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Indonesia. Tegakan pohon-pohon rindang menjulang dan suara gemercik air jernih memantulkan cahaya sang surya. Memberikan tanda banyaknya potensi lingkungan. 


Dusun Silit Desa Nanga Pari, memiliki tiga air terjun yang cantik dan alami dengan keasriannya yang masih terjaga. Terletak cukup berdekatan antara satu dengan yang lainnya, yaitu Air Terjun Supit, Air Terjun Kiara, dan Air Terjun Sentarum. Ketiga air terjun tersebut terlihat sangat alami dengan pemandangan air yang jernih tanpa noda dan pemandangan alam hijau yang sangat menawan.


Perjalanan dari Kabupaten Sintang menuju air terjun tersebut merupakan perjalanan yang cukup melelahkan. Dengan menghabiskan waktu berjam-jam di atas kendaraan dan harus melewati jalur yang menantang nyali. Pengunjung akan disambut dengan tanjakan dan turunan khas jalan perkampungan (jalan yang belum teraspal) membuat pengunjung merasakan tantangan yang membuat degup jantung berpacu kencang (Selasa, 10 November 2020).


“Lokasi Air terjun tersebut berjarak sekitar 10 km dari desa Nanga Pari” ujar Lia, seorang mahasiswa yang berasal dari desa Nanga Pari. Beliau sering mengunjungi air terjun tersebut ketika libur. Lia mengatakan bahwa perjalanan ditempuh menggunakan motor, jalurnya lumayan berbahaya untuk orang yang tidak terbiasa melewati jalan tanah yang sempit dengan tikungan dan tebing yang curam. 


Keindahan pemandangan yang dapat disaksikan sepanjang perjalanan bersamaan dengan tikungan dan tebing yang curam. Kita akan dapat menjumpai ladang-ladang penduduk di area perbukitan. Menurut cerita yang dibagikan oleh Lia, ketika sampai pada pemukiman terakhir disitulah tempat untuk memparkirkan motor. setelah itu, perjalanan akan dilanjutkan dengan berjalan kaki yang memakan waktu sekitar setengah jam. Namun, tidak perlu khawatir karena ketika sampai ditujuan lelah pun akan hilang terbayar oleh pemandangan yang sangat indah oleh warna hijaunya.


Sambil menunjukan foto-foto dan video keindahan serta perjalanan menuju ke bukit, Lia bercerita kepada saya. Air terjun yang pertama ditemui yaitu Air Terjun Supit. Air Terjun Supit memiliki tebing yang curam, sehingga sungai di bawahnya akan terlihat seperti lorong kecil dengan tembok tinggi yang membentang di sisi kiri kanan sungai. Ketika berada di Air Terjun Supit hendaklah berhati-hati karena batu-batu di situ sangat licin. 


Air terjun yang kedua yaitu Air Terjun Kiara. Jarak air terjun kedua dengan air terjun pertama sekitar sepuluh menit. Sebelum sampai ke Air Terjun Kiara pengunjung akan dihadapkan dengan sungai kecil yang harus diseberangi dengan bebatuan. Airnya yang begitu sejuk terasa kulit dan kejernihannya membuat anak-anak ikan terlihat dengan jelas. Air Terjun Kiara, menawarkan panorama keindahan air terjun yang langsung jatuh ke sungai yang tidak begitu dalam. Nama kiara diambil dari nama pohon kiara yang tumbuh di sekitar air terjun. Pohon kiara merupakan pohon beringin. 


Berikutnya yaitu Air Terjun Sentarum yang berjarak sekitar lima menit dari air terjun kiara. Air terjun Sentarumlah yang menjadi ikon dari ketiga air terjun ini. Air Terjun Sentarum tampak indah dengan bebatuan yang besar dan rapi, layaknya batu yang dipotong dan dicetak sedemikian rupa. Seakan-akan berfungsi untuk menjemur badan ketika sudah kedinginan saat mandi. 


Air Terjun Sentarum memiliki dua sisi yang agak berjarak, sementara dibawahnya sungai yang lumayan mengalir deras dan disinilah kita bisa mandi dan berenang sepuasnya. Air yang mengalir sangatlah jernih dan dingin. Bahkan ketika airnya dimasukkan ke dalam botol, saking sejuknya air di dalam botol tersebut akan mengembun pada sekeliling botol seperti baru diambil dari dalam kulkas. 


“gambaran keindahan yang saya ceritakan ini, tentunya masih tidak mampu mengalahkan keindahan ketika kita langsung datang untuk menikmati sendiri kesyahduan dari tiga air terjun tersebut. Hanya saja hal yang sangat disayangkan medan tempuh dengan jalannya yang rusak dan cukup membahayakan pengunjung” ujar Lia yang menunjukan rasa kecewanya.


Penulis : Tessa Lonika

Penyunting : Risky Amalia Ariska


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Halaman