Keunikan Pacri Nanas Khas Pontianak - Korpus Bahasa

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 08 Desember 2020

Keunikan Pacri Nanas Khas Pontianak


Sumber : https://id.pinterest.com/pin/763078730591067868/


Korpora.id, Pontianak – Keragaman adat istiadat, makanan, dan bahasa membuat ciri khas masing-masing daerah di Indonesia.

Salah satu keragamanan itu adalah makanan. Indonesia mempunyai ciri khas makanan disetiap daerahnya. Tidak terkecuali Kota Pontianak, tidak hanya bahasanya yang khas namun makanannya juga unik-unik. Yang akan saya bahas kali ini buah nanas tapi dijadikan masakan, biasanya disebut pacri nanas. Buah dengan daun yang tajam dengan isinya yang berwarna kuning 

Agak aneh saat mendengar buah nanas dijadikan masakan, karena biasanya buah nanas hanya dijadikan rujak, nah kali ini kita akan ulas bagaimana cara pengolahan pacri nanas khas Pontianak. 

Sore itu saya menemui seorang ibu dengan figur berbadan tidak terlalu pendek, berkulit putih, dan ciri khas senyum diwajah bulatnya. Sering memasak pacri nanas disetiap acara-acara maupun di rumah.

Ibu berwajah bulat itu bernama Utin Nursida berusia 61 tahun, ibu yang menjadi inspirasi untuk anak-anaknya. Berlatar belakang pernah bekerja memasak untuk bantu orang acara-acara menjadikan masak suatu hobinya sampai saat ini “saya memang suka masak, dulu belajar hanya autodidak karena orang tua mengharuskan saya untuk mandiri” tutur ibu berwajah bulat tersebut.

Pacri nanas dulu merupakan makanan rumahan, namun sekarang bisa dijumpai di rumah makan dan acara hajatan di Kota Pontianak. “saya belajar dari orang tua marik (bahasa sanggau artinya zaman dulu) salah satunya mertua untuk bumbu serta cara memasaknya, sudah lama dari tahun 80an, sering masak jadi tidak mudah lupa” ungkap ibu berwajah bulat tersebut. 

Pacri nanas dimasak dengan aneka ragam bumbu yang khas, dengan cara yang masih tradisional. “Untuk bumbu halusnya ada ketumbar, jintan putih, adas manis, kemiri, bawang putih, bawang merah dan jahe. Bisa juga tambahkan cabai kering atau cabai besar untuk rasa pedasnya, biasanya orang menggunakan lada tapi saya memilh cabai biar rasa pedanya itu alami dari cabai” tutur ibu berwajah bulat tersebut sambil berpikir. 

“Nah kalo untuk cabai bisa menggunakan cabai kering atau cabai besar, perbedaannya hanya pada warnanya, kalo cabai kering identik dengan warna merahnya yang pekat, kalo cabai besar warnanya merah menyala” tambahnya.

“Selain bumbu halus masih ada bumbu kasar yang tidak kalah penting, ada kapulaga, kembang pk, cengkeh, kayu manis, daun salam, lengkuas, dan serai. Bisa juga tambahkan gula merah untuk rasa gurihnya. Tidak kalah penting juga harus tambahkan kelapa oseng berwarna coklat yang sudah ditumbuk”. Tuturnya ibu berwajah bulat tersebut yang mengenakan jilbab merah. 

Ibu berwajah bulat tersebut juga menuturkan bahwa santan juga menjadi bahan penting dalam proses pembuatan pacri nanas “kalo untuk resep 3 buah nanas bisa siapkan pati santan setengah kilo dan santan cair 1 kilo. Santan itu untuk pengental dan penambah rasa gurihnya” ungkapnya.

Ciri khas makanan tradisional adalah bumbunya yang banyak, serta pengolahannya yang unik dengan caranya masing-masing. Cara menghaluskan bumbu menurut ibu berwajah bulat tersebut dulu masih menggunakan cobek karna rasanya yang jauh lebih enak dibanding menggunakan blender.

Cara membuat pacri nanas bisa dikatakan tidak terlalu sulit hanya saja prosesnya yag membutuhkan waktu yang agak lama. “Proses memasaknya tidak lama, cuma harus sabar saja. Pertama bisa tumis bumbu halusnya  sampai baunya harum, baru masukkan bumbu kasarnya tapi jangan dulu masukkan oseng kelapanya karna itu masuk kebagian terakhir” ungkap ibu berjawah bulat tersebut yang mengenakan daster batiknya.

“Setelah bumbu halus dan kasar yang telah ditumis baru masukkan nanasnya dan dimasak hingga air nanasnya kering. Jangan lupa tambahkan penyedap rasanya. Di wadah lain masak pati santan hingga mendidih baru masukkan dipacri nanas yang sudah kering. Boleh juga santannya tidak dimasak, santan yang dimasak mencegah masakkannya tidak cepat basi” tutur ibu berwajah bulat tersebut. 

”Jika sudah masukkan pati santan masak lagi hingga mendidih, baru masukkan santan cairnya. Nah setelah santan cairnya masuk, tambahkan juga oseng kelapa yang dihaluskan. Terakhir setelah mendidih bisa tambahkan bawang goreng” tambahnya.

Pacri nanas asli tidak dicampur dengan bahan-bahan lain. Sekarang sudah dimodifikasi dengan menambahkan terung.

Ibu berwajah bulat tersebut mengatakan bahwa nanas yang sudah masak lebih enak dijadikan pacri nanas, tapi bukan berarti nanas hijau tidak bisa dimasak. Hanya saja rasa asamnya yang membuat berbeda. 

Dari dulu hingga sekarang tidak ada penambahan atau pengurangan bumbu yang dibuat oleh ibu berwajah bulat tersebut. Sehingga masih banyak orang yang suka dengan masakan yang dibuatnya.

Menurutnya kunci masakan enak itu adalah kesabaran, keikhlasan, dan rasa senang dalam memasak.

 

Penulis     : Yunita Andriani

Penyunting     : Sucia Lucinda 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Halaman