Kopi Asiang, Legenda Warung Kopi di Kota Khatulistiwa - Korpus Bahasa

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 23 Desember 2020

Kopi Asiang, Legenda Warung Kopi di Kota Khatulistiwa

 

Sunber: YouTube TAMASYA PURI WISATA


Korpora.id, Pontianak - Kota Pontianak memang tak terpisahkan dengan budaya masyarakatnya yang senang menyeruput kopi di warung-warung kopi yang berjejeran. Hampir setiap sudut kota ini kita akan sangat mudah menemukan tempat minum kopi, entah itu yang berbentuk Coffeshop yang menyajikan aneka kopi dengan varian kekinian, atau warkop-warkop yang masih mempertahankan varian kopi tradisionalnya, semuanya memiliki penggemarnya masing-masing. 

 

Penggemar kopi di Pontianak berasal dari berbagai latarbelakang, dari masyarakat biasa sampai pejabat, tua atau muda, laki-laki maupun perempuan, pekerja ataupun pelajar. Semua berbaur dalam sebuah tempat yang sama.

 

Warung kopi memang tempat yang pas untuk melakukan hubungan sosial. bagi mereka warung kopi adalah tempat untuk saling bercerita, beberapa lagi ada yang menjadikan tempat untuk transaksi jual beli, ataupun berbicara mengenai bisnis. 

 

Kegiatan ngopi sedari awal memang hanya untuk mengisi waktu luang dan tempat untuk mengusir kepenatan ataupun tempat untuk bertemu teman lama yang sudah sekian waktu tak berjumpa. Namun, sekarang ngopi perlahan menjadi sebuah kebiasaan dan berkembang menjadi gaya hidup masyarakat Pontianak. Warung-warung kopi berubah menjadi tempat yang “wajib” untuk dikunjungi setidaknya seminggu satu kali. Perlahan-lahan warung kopi seakan menjadi gaya hidup baru di Pontianak. 

 

Ada banyak warung kopi yang menarik hati warga Pontianak dengan berbagai ciri khasnya. Namun, salah satu yang paling fenomenal dan terkenal adalah warkop Asiang. Warung kopi yang telah berdiri sejak tahun 1958 ini menjadi warung kopi legendaris di kota Pontianak.

 

Nama Asiang diambil dari nama pemiliknya yaitu Asiang. Lelaki bertato ini mempunyai ciri khas dalam meracik kopinya, yaitu dengan bertelanjang dada. 

 

Jejeran motor dan mobil yang terparkir rapi saat memasuki jalan Merapi menjadi pemandangan saat akan menuju salah satu warung kopi legendaris di Kota ini. selain itu, aroma kopi yang tercium serta gemuruh suara bising dari orang-orang yang berbincang yang menyambut kita saat sedang memarkirkan motor. Terlihat beragam orang sedang duduk sambil berbincang dengan menyeruput kopi terlihat jelas sesaat sebelum menginjakkan kaki didalam warkop ini. 

 

Seperti warung kopi lainnya yang biasa dijadikan tempat transaksi, asiang juga seperti itu. Memang warung kopi asiang biasa dijadikan tempat transaksi seperti jual-beli Handphone. Menurut Agung yang pernah melakukan transaksi jual-beli Hp di asiang dipilihnya tempat itu karena warung kopi ini efektif untuk dijadikan tempat transaksi sembari meminum kopi di warung kopi legendaris Pontianak ini dan membuat proses transaksi lebih nikmat.

 

Warung kopi yang mendapatkan julukan #Pontianaklocalpride ini tidak pernah sepi pengunjung. Warung kopi ini buka dari pukul 05.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB selalu penuh terisi. Tak jarang orang-orang tidak mendapatkan meja kosong dan harus rela pulang mencari warung kopi yang lain. Tak usah kaget juga, tatkala kita sedang asik berbincang tiba-tiba ada orang lain yang menumpang duduk di meja kita, hal ini merupakan sebuah kejadian yang biasa di warung kopi ini untuk menunggu meja lain ditinggal pengujungnya pulang.

 

Tidak hanya menyediakan minuman kopi saja, tetapi disini juga menyediakan berbagai macam kue, seperti donat, pisang, bolu, apam, pie susu, korket, roti gandum, dan lain-lainnya. Kita juga bisa memesan makanan berat lainnya dari pedagang yang berjualan didekat warkop asiang ini, yaitu seperti sate ayam dan gado-gado. Makanan-makanan ini tentunya pilihan tepat bagi pengunjung yang ingin menikmati kopi tetapi kondisi perut masih kosong. 

 

Warung kopi asiang yang telah berjalan berpuluh-puluh tahun ini kini telah memasuki generasi ke 3, meski begitu rasa dari kopi yang disajikan asiang selalu konsisten dengan rasanya yang selalu hampir sama.  Tentu hal ini mungkin menjadi salah satu alasan kenapa warung kopi ini sulit ditinggalkan oleh penikmatnya. “saya suka desain tempatnya yang terbilang cukup unik karena masih mempertahankan ciri khas warkop yang tradisional, misalnya tanpa wi-fi, yang membuat setiap pengunjung menghabiskan waktunya untuk meminum kopi dan mengobrol dengan teman semejanya saat itu.

 

Di sisi lain, setelah kopinya diminum kopi asiang meninggalkan ciri khas yang unik, kopi saringnya meninggalkan bau dan rasa asam ditenggorokan” ucap Eriko Fernando, salah satu penikmat setia kopi asiang. Mengenai rasa kopi asiang yang selalu hampir sama ini dan apa yang membuat warkop ini berbeda dari warkop-warkop lainnya.

 

Menurut Eriko salah satu pengunjung setia warung kopi ini “warung kopi asiang sudah berdiri sejak lama dan mempunyai pelanggan tetap yang sangat banyak itu membuktikan rasa kopinya yang tidak pernah berubah dari waktu ke waktu. Warung kopi asiang juga banyak mendapat kunjunan dari berbagai tokoh masyarakat yang cukup terkenal, dan juga warkop asiang juga pernah mendapat berbagai penghargaan dibidang kuliner” pungkasnya, 26 September 2020.

 

Warung kopi asiang memang memiliki keunikannya sendiri yang membuat warung kopi ini selalu ramai. Warung kopi tradisional yang tidak mempunyai wifi, barista yang bertelanjang dada, rasa kopi yang selalu sama. Warung kopi ini menjadi salah satu daya tarik kuliner di Pontianak yang wajib untuk dikunjungi. Mugkin banyak warung-warung kopi yang lebih enak tempat, yang ber-AC, ada wifi, tetapi asiang tetap pada dirinya yang tak kalah tergerus zaman. warung kopi asiang dirasa cukup mewakili kata-kata “makin tua makin menjadi”.   

 

Penulis                : Muhammad Nurkhairani

Penyunting         : Admin Korpora.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Halaman