Tau Swan Si Manis Yang Tak Terlupakan - Korpus Bahasa

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 08 Desember 2020

Tau Swan Si Manis Yang Tak Terlupakan


Sumber: Dokumen Pribadi


Korpora.id, (Pontianak) –  Jum’at, 20 November 2020, kuliner khas memang menjadi salah satu daya tarik dari daerah tertentu. Hal ini tidak boleh dilewatkan apalagi jika kuliner tersebut hanya ada di daerah yang dikunjungi. Seperti salah satu kuliner khas dari Pontianak yang tak terlupakan.

Pontianak sendiri memang memiliki banyak kuliner khas yang tentu saja menjadi daya tarik setiap kali wisatawan baik dari luar daerah atau luar negeri datang berkunjung. Salah satunya Tau Swan atau banyak dikenal dengan sebutan bubur gunting.

Tau Swan dapat dijumpai di sekitar Jalan Gajah Mada, Pontianak. Salah satunya Tau Swan Wijaya yang berada di tepi Jalan Gajah Mada tepatnya tidak jauh di depan deretan Toko Yamaha dan Toko Cahaya.  Tau Swan Wijaya mulai berjualan sekitar pukul 17.30 WIB.

Pak Rudi Hartono (60) merupakan penjual Tau Swan Wijaya. Beliau sudah berjualan sekitar 13 tahun. Usaha Tau Swan Wijaya sendiri dirintis beliau sejak diturunkan dari adik iparnya sendiri.

Meskipun Tau Swan juga menjadi salah satu kuliner khas yang disukai dari berbagai kalangan tapi tidak semua orang mengetahui makna dibalik namanya tersebut.

Pak Rudi kemudian menjelaskan bahwa nama Tau Swan memiliki makna tersendiri, “Tau Swan ini sebenarnya Bahasa Chinese. Tau itu artinya kacang, kalau Swan itu artinya berlian. Kalau Bahasa Melayunya Swan itu berlian. Kalau Bahasa Chinesenya itu Swan.” Ujarnya sambil melihatkan Tau Swan.

“Karena itu dari kacang yang dibuang kulitnya, diambil dagingnya dari kacang hijau jadi seperti berlian makanya Bahasa Cinanya dibilang Tau Swan. Jadi dari pertama kali sejarahnya di Pontianak orang bikin Tau Swan” ujarnya lagi.

Itulah makna nama Tau Swan yang merupakan salah satu kuliner khas tersebut, kuahnya yang kental dan bening bak berlian dengan campuran kacang yang seperti permata kecil manis menghiasi setiap suapan yang masuk kedalam mulut sehingga menghadirkan kenikmatan yang tak terlupakan.

Tidak lupa dengan menambahkan cakwenya ke atas Tau Swan yang disajikan dengan hangat membuat rasa Tau Swan itu sendiri memiliki cita rasa yang mewah. Tekstur cakwe yang gurih dan garing di satukan dengan kelembutan serta manisnya Tau Swan membuat lidah tak berhenti untuk menikmatinya.

Beliau menambahkan “Kalau di Singkawang itu namanya bubur gunting, tapi tetap sama. Karena bubur gunting itu kan Bahasa Melayunya kan.” ujarnya.

“Orang tau karena kenapa kalau di Singkawang dia punya cakwenya ini dia yang lembek yang panjang-panjang digunting-gunting, makanya orang sebutnya semacam bubur kacang sama cakwe gunting makanya disebut bubur gunting.” ujarnya lagi sambil melayani pembeli yang ingin makan ditempat.

Meskipun memiliki penamaan dan tekstur cakwe yang berbeda tidak membuat sedikitpun cita rasa yang khas didalamnya hilang bahkan menjadi daya tarik sendiri untuk membuat masyarakat menikmatinya.

Beliau kembali menceritakan bahwa “Sebenarnya kepanjangannya itu Lek Tau Swan, cuman orang ambil singkatnya Tau Swan. Lek Tau Swan itu Bahasa Chinese itu Lek itu hijau, nah itu kacang hijau. Itu sejarahnya Tau Swan di Pontianak.” ujarnya.

“Mulai berkembang istilahnya banyak orang kenal, awalnya kan orang Cina. Orang Cina dulukan yang tau kira-kira kalau ndk salah 30 tahun yang lalu. Terus belakangan ini, kira-kira ada belasan tahun ini udah mulai belajar, tau makan gitu jadi mereka pun suka.” ujarnya lagi sambil melayani pembeli.

Sekarang kenikmatan Tau Swan tidak hanya dinikmati oleh orang Cina saja tetapi bisa dinikmati berbagai kalangan yang ingin merasakan kemewahan cita rasanya yang khas.

Beliau menjelaskan bahwa “Semua dari orang, Orang Dayak pun ada. Kan mereka udah tau kan ini halal dan ini sebenarnya ada unsur obat juga kan. Karena kenapa bahannya dari gula, air putih dengan tepung kanji jadi kadang itu ada manfaatnya buat maag kanji itu. “ujarnya.

“Tapi kebanyakan ada kadang Orang Melayu sini, mereka minta airnya aja dia bilang kuahnya aja untuk obat itu sebenarnya.” ujarnya lagi.

Tidak hanya rasanya yang mewah, si kecil manis gurih Tau Swan ini memiliki manfaat yang sangat baik bagi kesehatan. Itulah alasan tersendiri Tau Swan semakin dikenal oleh masyarakat luas tidak hanya dari segi rasanya tapi dari segi manfaatnya juga banyak untuk kesehatan.

Beliau menjelaskan ciri khas dari Tau Swan “Kalau Tau Swan ini, ciri khas di Pontianak karena di tempat lain itu lain dari Kalimantan Barat itu tidak ada dan ada sebagai di Jakarta itu yang jual itu orang dari Pontianak juga gitu loh.” ujarnya sambil tertawa kecil.

“Yaa begitu ciri khasnya makanya Tau Swan di Pontianak ini setiap orang luar datang selalu cobain Tau Swan karena di daerah lain itu tidak ada dan yang di Jakarta kebanyakan Tangerang, Jakarta adalah beberapa orang yang jual tapi rasanya tidak seperti yang di Ponti, berbeda gitu loh.” ujarnya lagi dengan tersenyum.

Inilah yang menyebabkan Tau Swan begitu terkenal dan menjadi salah satu kuliner khas yang bisa di dapatkan dan wajib dicoba saat berkunjung ke Pontianak. Rasanya yang manis gurih membuat orang yang menikmati tak akan pernah lupa dan akan selalu kembali untuk menikmatinya lagi.

“Banyak konsumen-konsumen saya dari Jakarta, biasa pulang sembhayang kubur juga dia bilang beda dengan Jakarta punya, ada rasa khasnya.” ujarnya.

Beliau juga menjelaskan “Karena Tau Swan ini sendiri asal usulnya dari Pontianak gitu loh dan dia punya cakwenya kalau disana itu ndk ada yang keras kayak gini, dia lembek-lembek itu. Jadi mereka anak muda, apa yang merasa suka makan yang keras-keras pasti itu.” ujarnya sambil melihatkan cakwenya.

Setiap suapan dari Tau Swan sendiri memang tak akan pernah terlupakan bagi penikmatnya. Meskipun sudah ada dijual di daerah lain seperti Jakarta tetapi tetap cita rasanya yang khas membuat orang kembali ke Pontianak hanya sekedar menikmati kuliner yang satu ini.

Terlebih Tau Swan sendiri sudah banyak digemari berbagai kalangan terlebih anak-anak muda yang ingin menikmati sensasi yang tak terlupakan dengan rasa yang khas tanpa perlu membayar mahal.

Tau Swan sendiri dapat dinikmati dengan harga yang murah meriah tanpa membuat kantong menangis. Hanya dengan membayar Rp 8.000, seporsi si kecil manis yang tak terlupakan dapat dinikmati dan bisa menahan rasa lapar yang melanda.

Terkait pandemi, beliau menjelaskan ada dampak tersendiri untuk jualannya. “Dengan covid ini yaa memang dampak, ada penurunan jualan karena mungkin dari faktor covid ini kan mereka pun gimana yaa, semacam agak takut rasa takut-takut juga dan mungkin ekonomi juga kayaknya lagi susah.” ujarnya.

“Jadinya mereka yang biasa beli dua mungkin tinggal satu, yaa agak irit-irit lah. Pandemi gini kan kadang kan.” ujarnya lagi sambil melayani pembeli yang datang.

Meskipun tengah dilanda dampak dari pandemi, tetapi Tau Swan tetap memiliki penggemar yang selalu ingin menikmati kemewahan terlebih di musim penghujan. Rasa manis, kuah yang kental ditambah toping garing cakwenya dan disajikan dalam keadaan hangat  membuat kuliner khas ini tak terlupakan.



Penulis : Maria Chelsea Fiorentina

Penyunting : Putri Alifia Rahma


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Halaman