Ternyata ini Alasan Bergantinya Nama Kecamatan Batu Datu di Kapuas Hulu - Korpus Bahasa

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Sabtu, 05 Desember 2020

Ternyata ini Alasan Bergantinya Nama Kecamatan Batu Datu di Kapuas Hulu


Sumber: dokumntasi pribadi: Gambar bagian depan kantor camat Kecamatan Pengkadan


Korpora.id, Kapuas Hulu – Selasa,15 September 2020, Kabupaten Kapuas Hulu merupakan kabupaten paling timur yang ada di provinsi Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia. Kabupaten Kapuas Hulu merupakan Kabupaten terluas kedua di Kalimantan Barat dengan luas keseluruhan mencapai 29.842 km2 atau setara dengan 20,33% dari luas Kalimantan Barat. 


Berdasarkan dengan di keluarkan Undang-Undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953 di bentuklah pemerintah administrasi Kabupaten Kapuas Hulu Ibukota Putussibau. Ibukota Putussibau dapat di tempuh lewat transportasi Sungai Kapuas sejauh 846 kilometer, lewat jalan darat sejauh 814 Kilometer dan lewat udara di tempuh dengan waktu 45 menit menggunakan pesawat. Disini kita akan mengguak informasi endemik atau keindahan mengenai filosofi nama terbentuknya Kecamatan Pengkadan yang merupakan salah satu Kecamatan yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu. 


Sebelumnya Kecamatan Pengkadan adalah Kecamatan Batu Datu yang merupakan salah satu bagian dari Kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Indonesia. Nama Batu Datu sebenarnya adalah nama batu besar yang terdapat di Desa Menendang, kampung yang kini menjadi ibu kota Kecamatan Pengkadan. Batu yang menjadi icon (ikon) dari nama kecamatan sebelumnya berada di tengah sungai yang di percaya sebagai tanda adanya kejadian luar biasa di tempat tersebut. Orang di Desa Menendang percaya bahwa batu itu pada mulanya adalah makhluk hidup yang kemudian menjadi batu karena “Lobur” di sambar petir (pangkar).


Pasti kalian bertanya-tanya kan apa sih itu “Lobur”. Lobur maksudnya kejadian alam yang disebabkan ada perbuatan aib yang dilakukan manusia yang tidak dalam diterima alam. Alam seakan marah lalu kemudian turunnya petir untuk menyambar makhluk tersebut, kampung – kampung yang berada di Kecamatan Pengkadan anatara lain: Menendang, Riam Panjang, Sukaramai, Nanga Jajang, Buak Limbang, Buak Mau, Trans Buak Sejahtera, Nanga Semelangit, Mawan, Sengkalu,Tapang Tua, Lidau, Repun, Kerangan Panjang, Sasan, dan Pedian. Kampung – kampung tersebut berada di hulu Sungai Pengkadan, anak Sungai Embau (salah satu cabang sungai Kapuas bagian hulu. 


Adapun jumlah jiwa keseluruhan Kecamatan Pengkadan ialah 8000 jiwa dengan mayoritas mata pencaharian penduduk ialah berprofesi sebagai pekebun/petani. Jarak tempuh dari ibu kota Provinisi Kalimantan Barat kurang lebih 600 kilometer.


Iya memang, nama Kecamatan Batu Datu sangat familiar di telingga masyarakat sekitarnya khususnya bagi masyarakat Kapuas Hulu dibandingkan dengan nama Kecamatan Pengkadan. Bendahara Jabatan Kantor Camat Kecamatan Pengkadan Zainal Abidin, menuturkan alasan mengapa terjadi perubahan nama Kecamatan Batu Datu berubah menjadi Kecamatan Pengkadan melalui wawancara lewat via WhatsApp “Ya… alasannya batu itu sendiri identik dengan benda keras yang bisa berdampak pada karakter masyarakat menjadi keras, jadi sesuai kesepakatan bersama diubahlah menjadi nama sungai (Pengkadan) pada tahun 2006” ungkapnya lewat via WhatsApp.


Dampak dari perubahan nama Kecamatan Batu Datu menjadi Kecamatan pengkadan ialah masyarakat yang berada di luar daerah pengkadan masih familiar dengan nama Kecamatan Batu Datu dibandingkan dengan nama Pengkadan padahal sebagaimana telah dijelaskan narasumber di atas bahwa perubahan nama Kecamatan tersebut telah diubah sejak 2006 terhitung sudah 14 tahun yang lalu perubahannya. Perubahan nama kecamatan ini memang sudah disepakati bersama-sama secara diskusi dan musyawarah dari semua desa yang tergabung di Kecamatan Pengkadan dan diwakili disetiap desa sehingga tidak ada complain ataupun adanya pihak yang berat sebelah dengan keputusan perubahan nama Kecamatan Pengkadan. 


Menurut Zulhijah, warga Nanga Semelangit, menjelaskan dengan nada tegas sore itu “Sebenarnya sih sudah lama ya rencana nama Kecamatan Batu Datu akan diubah karena masyarakat merasa janggal dengan nama Kecamatan Batu Datu dan juga nama Batu Datu identik dengan nama batu besar yang ada di Desa Menendang sehingga warga merasa cemburu sosial seolah-olah nama Kecamatan Batu Datu hanya diambil dari Batu Besar yang ada di Desa Menedang dan Desa yang lain merasa tidak ada sangkut paut ambil alih dalam nama kecamatan.” ujar Zulhijah.


Setelah diubahnya nama kecamatan yang menjadi pro dan konta masyarakat Kecamatan Pengkadan, sampai sekarang sudah tidak ada lagi masyarakat yang mempermasalahkannya, karena diputuskan bersama dengan kesepakatan yang baik, niat yang baik, dan arti nama yang baik pula yang melatarbelakangi nama Kecamatan Pengkadan yang menjadikan hubungan sosial antar desa yang harmonis hingga sekarang. 



Penulis : Selly Purwati

Penyunting : Eny Diarty

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Halaman