Danau Hoce Kubu Raya Sajikan Wisata Alam yang Indah - Korpus Bahasa

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Sabtu, 09 Oktober 2021

Danau Hoce Kubu Raya Sajikan Wisata Alam yang Indah

Penulis: Angga Laena Siti Patimah 

Penyunting: Nisabani

 

Dokumen: Sumber Pribadi (Suasana Wahana Balon Air di Danau Hoce)

        Korpora.id, Kuala Dua, Kubu Raya – Matahari tergelincir menuju timur, memancarkan cahaya yang membuat danau menjadi kuning keemasan. Semilir angin berembus perlahan menerpa pepohonan dan sawah yang terhampar luas. Langit biru terbentang cerah, membuat pemandangan semakin cantik dilihat. Sungguh pesona alam di sore hari yang indah.  

          Dari jarak satu meter, terlihat laki-laki berparuh baya sibuk mengontrol karyawan yang sedang membenarkan jetsky. Abdullah atau yang sering akrab dipanggil Bang Dul itu adalah pemilik dari wisata alam bernama Hobby Cente (HOCE). Hoce atau yang sering dikenal dengan Danau Hoce Kuala Dua ini, terletak di Daerah Bajong, Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya, Kecamatan Sungai Raya, jalan menuju arah Alaskusuma, Provinsi Kalimantan Barat.

          Sepuluh menit terlewati, Bang Dul selesai mengontrol karyawannya. Ia berjalan menghampiri, duduk dan mulai menjelaskan mengenai tempat wisata Danau Hoce Kuala Dua. Penjelasan Bang Dul diawali dari asal mula penamaan tempat wisata ini.

          “Karena tempat ini, dulunya dijadikan sebagai tempat penunjang hobi. Ada yang memiliki hobi main dayung, motor air, dan segala apapun yang berkaitan dengan air dan olahraga. Karena dari tahun ke tahun pengunjung selalu meningkat, maka dijadikan sebagai tempat wisata.” jelasnya saat ditemui pada 10 Desember 2020.

          Bang Dul menjelaskan bahwa pengunjung dapat berolahraga sambil menikmati alam. Ia mengatakan, tempat wisata ini sudah tiga tahun berdiri. Namun, untuk persiapan menidirikan usaha ini sekitar lima tahun, yaitu selesai sekitar akhir 2015. Bang Dul menjelaskan, “Luas danau ini hanya 200 x 100 meter saja dengan kedalaman kurang 100 cm,” tuturnya.

          “Pada awalnya, danau ini memang dibuat untuk menunjang hobi, seperti yang tadi sudah dijelaskan, misalnya motor trail dan RC Boat. Namun, ini tempat milik pribadi, tanah pribadi yang bisa dimanfaatkan maka dibuat tempat wisat untuk umum juga agar dapat menyejahterakan masyarakat sekaligus,” tegasnya sambil diiringi senyuman.

          Untuk pengunjung sendiri, Bang Dul menyebutkan datang dari berbagai daerah termasuk dari pusat Kota Pontianak. Perjalanan dari pusat Kota Pontianak menuju Danau Hoce ini kurang lebih selama 30 menit. Laki-laki berusia lebih dari 40 tahun ini juga mengatakan, jumlah pengunjung setiap minggu relatif sehingga tidak bisa ditentukan.

          “Kadang kala ramai, kadang kala sepi, tergantung cuaca juga. Kalau hujan, yang berkunjung sedikit. Tetapi, kalau cuaca cerah itu biasanya banyak. Apalagi hari libur,” ujarnya.

          Bang Dul menjelaskan, tarif biaya masuk hanya Rp10.000 untuk satu motor sudah termasuk biaya parkir, “Tetapi, jika hari libur ditambah. Ya ditambah sedikitlah, sekitar Rp5000—Rp10.000 karena lebih banyak hal yang harus dipersiapkan, seperti tenaga untuk merapikan parkiran dan pembuangan sampah.” jelasnya.



Sumber: Dokumen Pribadi (Sunset di Danau Hoce Kuala Dua)

          Bang Dul menjelaskan mengenai fasilitas yang ada di Danau Hoce ini. Mulai dari disediakannya sebuah kafe dengan live musik hingga banyak berbagai permainan air dengan tarif biaya berbeda-beda. Fasilitas permainan tersebut adalah kano, sepeda air, perahu, balon air, motor air, dan wahana lainnya.

          Mata Bang Dul menyapu seluruh pemandangan Danau Hoce. Ia kembali menuturkan, “Masyarakat mengenal wisata ini Danau Hoce Kuala Dua, dengan karakteritik atau konsepnya yang menyajikan pemandangan alam asri dan indah,”jelasnya.

          Bang Dul mengangkat tangannya dan menunjukkan sesuatu dengan telunjuknya, “Ini sebenarnya sawah loh, saya gali dan keruk pakai alat berat. Air yang ada, sumbernya dari air hujan.” jelasnya. Ia kembali memindahkan telunjuk tangannya ke arah yang berbeda, “Suasana di sini benar-benar menyatu dengan alam, terlihat pohon-pohon kan, terus lihat di sana ada gunung. Sebenarnya gunung ambawang, tetapi terlihat dekat jika di foto. Lalu lihat itu, ada kapal, itu sebenarnya bukan kapal benaran, tetapi dibuat konsep seperti di pulau.” jelasnya penuh semangat.

          Beberapa menit suasana bergeming, hanya terdengar suara pengunjung yang tertawa dan mengobrol. Terlihat raut wajah Bang Dul yang mulai berubah dengan matanya sayu, ia kembali berkata, “Banyak sekali hal yang dilewati untuk membangun tempat wisata Danau Hoce ini, mulai dari nol usaha ini dibangun bersmaa keluarga yang ikut serta membantu. Jatuh bangun pasti ada, bahkan modal yang dikeluarkan memang sudah besar. Namun, untuk pemasukan belum bisa dihitung, karena wahana yang di sini murah-murah, namanya juga berbisnis ya, kita harus semaksimal mungkin memberi pelayanan yang terbaik,” jelasnya tersenyum.

          Danau buatan ini dihiasi dengan bentangan sawah dan dikelilingi berbagai wahana air. Tarif biaya untuk bermain cano Rp5000, sepeda air Rp15.000, jetsky Rp30.000, dan sampan mesin Rp20.000--Rp50.000 per 30 menit. Bang Dul menjelaskan, dengan tarif yang tergolong murah dan terjangkau ini sangat cocok untuk komunitas, liburan dengan keluarga, teman, atau refreshing diri, bermain, serta berswafoto dengan pemandangan alam yang cantik.


 

Dokumen: Sumber Pribadi (Foto Danau Hoce yang Jernih)

          Bang Dul menuturkan, sesnsasi alam yang disuguhkan benar-benar membuat tenang dan damai bagi siapa saja yang hadir. Terlihat air yang begitu jernih dan berwarna biru, tidak berbau, disertai suasana yang begitu asri karena ada nilai estetika alam, menjadi daya tarik sendiri bagi pengunjung. Terlebih, ketika sore disuguhkan dengan sunset matahari yang indah dan memikat mata siapa saja yang memandang.

          Bang Dul mengatakan, “Untuk pengunjung tahun ke tahun meningkat. Hal ini, menjadi tuntutan untuk membuat tempat wisata yang lebih kreatif dan berkembang lagi.” ungkapnya.

          “Kita di sini memang mengonsepkan alam, alamnya dari danau, sawah dan pemandangan terbuka disekitar yang mendukung. Tetapi, untuk kedepannya akan dirancang kembali agar ditambah hal-hal yang lebih menarik dan unik lagi.” jelasnya.


Sumber: Dokumen Pribadi (Foto Gazebo, tempat istirahat pengunjung)

          Bang Dul meyatakan, tempat ini cocok untuk bersantai, refreshing, bermain, berolahraga, mulai dari kalangan anak-anak hingga orang tua. Bang Dul juga berkata, “Selain itu, di tempat wisata ini sengaja dibangun beberapa gazebo di pinggiran danau untuk menjadi tempat istirahat yang nyaman dan mendamaikan. Pengunjung bisa beristirahat, sambil melihat pemandangan yang disajikan di Danau Hoce Kuala Dua.” tuturnya mengakhiri pembicaraan.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Halaman