Keberkahan Menjadi Petani Padi - Korpus Bahasa

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 12 Oktober 2021

Keberkahan Menjadi Petani Padi

 


Korpora.Id, Anjongan - Matahari bersinar sangat cerah, burung-burung beterbangan kembali pulang, angin meniup dan mengibas helaian daun padi di ujung pandang, hiruk-pikuk menyejukan sanubari bagi setiap mata yang memandang. Sore itu kudapati beberapa petani yang sibuk memapah padi untuk panen pertama tahun ini. Kemilauan keringat yang mengalir dibadannya merupakan tanda kesetiannya pada sawah di hulu Kabupaten Mempawah, ya Anjoangan yang merupakan sebuah kecamatan kecil di Kabupaten Mempawah dengan luas wilayah Kecamatan Anjongan berkisar 80,58 km2 dan luas wilayah persawahan  24,14 persen, di sinilah kehidupan Iyak di mulai.

Lahir dan besar di daerah yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani membuatnya bisa merasakan dan melihat keindahan hamparan sawah yang tersebar disetiap sudut desa. Kemakmuran kehidupan bersumber dari kegemburan tanah sawah yang membentang luas. Tak heran jika Anjongan dapat menjadi sebuah tempat yang tepat  untuk menghirup udara segar bagi setiap badan yang penat dengan situasi perkoataan  sipenimbun polusi. 

Kebahagiaan lahir di pedesaan membuat Iyak dapat menghirup udara segar setiap hari tanpa takut mencemari paru-paru dengan beragam polusi. Udara terasa sejuk dan segar meski pada siang hari yang panas. Iyak seorang petani berusia 57 tahun ini berhasil menghidupi anak dan istrinya dari hasil bersawah dan berladang.

Kekagumannya terhadap desa tercinta tak dapat dibendung lagi beliau berkata ”Anjongan menyimpan sejuta kesejukan dan keluasan sawahnya, salah satu petani yang sudah sejak lama merasakan kebahagiaan ini adalah saya sendiri, yang sudah menggeluti peraswahan dan perkebunan di desa Anjongan”. Memang tampak dari keuletan beliau membuat keluarganya hidup dengan sejahtera dari hasil bersawah dan berladang aneka sayuran. 

Beliau sejak belia sudah menopang cangkul membatu almarhum bapaknya di sawah. Melihat tanah begitu subur dan gembur  membuatnya bercita- cita dan memiliki harapan terhadap tanah sawah yang membentang di hadapannya. Sejak saat itu Iyak memutuskan untuk menekuni pekerjaan mulia ini. Terkepung karena kondisi ekonomi yang tak mendukung untuk melanjutkan sekolah tinggi tak membuatnya menyerah dalam melanjutkan kehidupan. Orang sukses tak mesti kuliah” cetusnya. Berbagai pekerjaan sudah Iyak geluti namun tak sesenang saat ia berada di tengah-tengah bentangan tanah sawah yang gembur. 

 Sebelum fajar menyapa Iyak sudah berada dibawah atap daun persegi yang dianyamnya sendiri. Keahliannya dalam bersawah sudah tak diragukan lagi, memilih bibit unggul? memperkirakan cuaca?dan mengusir hama sudah bukan masalah baginya. Tak heran jika Iyak selalu menghasilkan padi berkualitas baik setiap panennya.

Memiliki berhektar-hektar tanah sawah adalah salah satu rezeki yang sangat ia syukuri. Dan dari tanah itulah Iyak dapat menghidupi dan menyekolahkan 7 anaknya hingga ke luar kota. Ia tinggal disudut kampung Batuba yang mayoritas warganya merupakan suku Madura sama halnya dengan Iyak yang juga suku Madura. Keramahan dan kesopanan lelaki berkulit coklat ini membuatnya dikenal warga sekitar. Sepanjang jalan menuju area perawahan kerap kali kami mampir ke beberapa rumah karena ditawari makanan ringan oleh tetangganya. 

Iyak yang merupakan masyarakat asli Anjongan sudah sangat mengenal jenis- jenis padi yang cocok di tanam dan paling laku di pasaran. Sambil mengusir burung dengan bebunyian kaleng-kaleng bekas Iyak berkata “ duh dek jenis padi kampunglah yang paling diminati orang, sudah harganya murah pulen pula nasinya”. 


Dari sekian hektar tanah sawah yang ia miliki sebagian juga disewakan karena tak kuat tenanga jika digarap sendirian. Penyewaan juga tergantung kesepakatan antara pemilik dan penyewa, ada yang dibayar dengan uang dan ada yang bersistem bagi hasil. Padi yang sudah dipanen biasanya di beli oleh tempat- tempat pemesin beras untuk dijual lagi dan separuhnya lagi ia jual untuk orang-orang terdekat seperti tetangganya. Kehidupan seperti ini sudah Iyak jalani sekitar 30 tahun hidup bersama istri dan 7 orang anaknya. Tak ada yang kurang jika bersyukur menyertai. Kecintaan terhadap pekerjaan yang membuatnya berkata demikian.

Anjongan juga memiliki ratusan petani yang berjiwa sama seperti Pak Iyakk yang tekun merangkul dan merawat sawah seperti anak sendiri. Berbondongan sejarar sambil bercengkrama menuju lahan persawahan dengan membincing sebakul bekal untuk makan di siang hari. Melihat potensi dari sumber daya manusia dan lahan persawahan yang subur dan gembur membuat bapak Iyak ini meratap dan berkata bisa saja suatu saat Kecamatan Anjongan menjadi destinasi wisata dengan pemandangan persawahan dan bukit yang viral. Membuat sesuatau yang berbeda dan menonjol tanpa melupakan ciri khas dari Kecamatan Anjongan dengan persawahnnya yang luas dan subur. Perangkat- perangkat lain yang mendukung seperti udara yang segar dan lingkungan yang belum tercemar ikut menunjang bahwa Anjongan berpotensi menjadi salah satu tempat wisata dengan tema Kesejukan dan Keasrian Persawahan. Ia tampak yakin mengatakan bahwa lahan yang baik dan sumber daya manusia yang mencukupi sesungguhnya membuat Anjongan tampak spesial jika dapat menciptakan suatu pemandangan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat wisata. Hanya saja mungkin masyarakat setempat belum berpikir jauh ke sana untuk membuat atau menjadikan Anjongan sebagai destinasi wisata dengan tema persawahan. Kemungkinan terbesar juga bisa ditimbulkan dari para pejabat daerah yang belum mempergerakan ide tersebut. 

Bapak Yahya selaku Kepala Desa Anjongan Dalam juga pernah terlintas dipikirannya akan menjadikan Anjongan sebagai destinasi wisata persawahan, ujarnya kita dapat memperkenalkan bagian unik dari daerah Anjongan, persawahan yang begitu luas dan subur dan petani yang selalu bersemangat  mempergerakan anggota badannya demi membuahkan padi yang berkaulitas baik. 

Namun tak semudah yang kita bayangkan keterbatasan dana dan kurangnya keterlibatan pemuda-pemudi di Anjongan menjadi salah satu keraguan Pak Yahya. Menurutnya konsisi jalan yang masih banyak berlubang serta selokan air yang kerap mampet merupakan masalah utama yang masih digeluti pejabat daerah. Yahya mengakatan ”mungkin baberapa tahun kedepan jika saya masih diberi kesempatan untuk menerima amanah memimpin Desa Anjongan Dalam ini, akan merealisasikan keinginanya tersebut”. Lagi pula menurutnya selain dapat menjadikan Anjongan destinasi wisata pihak dari pejabat daerah Anjongan juga dapat mensosialisasikan dan memperkenalkan bagimana penanaman padi yang baik dan benar kepada setiap pengunjung yang datang. ”Besar harapan saya untuk desa tercinta, dapat berkembang menjadi desa yang memiliki sumber daya manusia dan alam yang berkualitas sehingga dapat mengharumkan nama Desa Anjongan setidaknya sebagai desa yang memiliki sumber daya alam yang subur dan keasrian serta kesejukan udara yang baik”. 

Penulis : Melyana

Penyunting : Erisky Aprinia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Halaman