Kelapa Komoditas Unggulan di Jawai - Korpus Bahasa

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 12 Oktober 2021

Kelapa Komoditas Unggulan di Jawai

 


Sumber: Dokumentasi Pribadi

Korpora.Id, Jawai - motor dan jalan yang berlubang menjadi saksi perjalananku. Terlihat dari kejauhan seorang laki-laki berbaju kaus biru tua sedang memanaskan mobil truk di depan kilang kopranya. Sesampainya di sana aku disambut oleh pemilik kilang berumur empat puluh satu tahun yang bernama Busni. Aku disambut ramah oleh bapak empat anak itu. Sudah tiga puluh menit berlalu, lelaki kelahiran SB. Kuala, 10 Agustus 1979 ini menceritakan pengalamannya jatuh bangun dalam membangun kilang kopra. 

Busni Menuturkan saat ditanya alasan membuat kilang, “Kilang kopra ini dirintis dan dibangun pada tahun 2012. Melihat potensi di jawai ini kebun kelapa sangat banyak membuat saya tertarik untuk membuat kilang kelapa. Dengan banyaknya kebun kelapa yang ada di Jawai membuat bahan baku selalu ada dan tidak kekurangan.” tutur Busni sambil tersenyum tipis.

Busni menjelaskan saat ditanya rintangan yang dihadapi, “Untuk memulai pembuatan kilang ini banyak rintangan yang dihadapi. Mulai dari kurangnya modal, sehingga meminjan uang dengan sekala besar di bank untuk mecukupi modal dalam pembuatan kilang. bukan hanya itu, di awal berjalannya kilang ini kami juga kesulitan dalam pemasaran. Saya sedikit kesulitan dalam pemasaran minyak dan pemasaran bungkil, tapi sekarang untuk pemasaran sudah bisa diatasi. Selain itu servis juga harus dilakukan dengan rutin agar mesin tetap awet dan perusahaan tetap berjalan. Belum lagi kita harus mengontrol mesin pengering kelapa agar tidak terjadi kebakaran. Berbicara rintangan dan masalah tidak akan ada habisnya.” tutur Busni dengan senyun tipis.  

Busni menuturkan, “Untuk perawatan setiap bulannya kita lakukan, mulai dari perawatan kendaraan, perawatan mesin penggiling kopra, maupun perawatan mesin pengeringan kelapa. Mesin pengering kelapa untuk setiap dua hingga tiga bulan sekali kita lakukan pembersihan di kolong penampungan kelapa. Ini bertujuan agara hawa panas yang dihantarkan mesin pengering kelapa tidak membakar sisa kelapa yang terjatuh di kolong yang mengakibatkan kebakaran.” tutur Busni sambil menyeruput kopi yang ada dimejanya. 

Busni menjelaskan saat ditanya hasil usahanya, “Untuk hasil minyak yang di dapat kita jual ke bos yang memberi modal. Untuk perbulan, penjualan minyak sangat relatif dan tidak menentu. Minyak yang dijual berkisar tiga sampai empat kali pengantaran. Setiap kali pengantaran minyak  sebanyak tujuh ton. Jujur, hasil minyak yang didapat tidak ada untungnya, hanya untuk memutar modal saja. Keuntungan kilang ini hanya didapat dari penjualan bungkil kelapa. Untuk pembayaran listrik, gaji karyawan juga dari hasil bungkil.” jelas Busni.

Selesai berbincang dengan Busni aku diajak untuk melihat bagaimana proses pembuatan kopra. Aku  diajak menuju kebun kelapa yang ada di belakang rumahnya yang kebetulan sedang panen kelapa. Aku dikenalkan dengan Bapak Miklan, Miklan adalah orang yang memanen kelapa Busni.

Miklan melanjutkan pekerjaannya, Miklan mengarit kelapa yang telah matang menggunakan galah atau bambu yang telah diluruskan dan ujungnya di beri arit untuk memotong dahan buah kelapa.  Miklan menjelaskan, “Kelapa yang sudah matang berwarna hijau kecoklatan, jika kelapa di guncang terdengan suara air di dalamnya berarti kelapa sudah matang.” Tegas Miklan. 

Miklan menjelaskan saat ditanya proses memanen kelapa hingga jadi kopra, “Setelah kelapa di arit, kelapa dikumpulkan dan diangkut mengunakan takin (tempat yang terbuat dari rotan digunakan dengan cara menggendong di punggung).  Ada juga cara lain, yaitu menggunakan paku yang diikat tali dengan jarak yang sudah ditentukan. Namun, kita harus menunggu air datang untuk mengisi parit. Parit yang sudah terisi air baru bisa digunakan untuk mengangkut kelapa dengan cara menancapkan paku di kelapa dan menariknya. Setelah kelapa sampai di hulu sungai kelapa dinaikan ke tebing untuk dikupas kulitnya. Setelah dikupas, kelapa dibelah dan disalai. Setelah disalai kelapa dipisahkan batok dengan isinya baru bisa dijual ke kilang.” jelas Miklan. 

Miklan menuturkan setelah ditanya mengenai perawatan pohon kelapa, “perawatan pohon kelapa sangatlah mudah. Pohon kelapa idealnya dipetik dua sampai tiga bulan sekali, dengan pemberian pupuk enam bulan sekali. Pemberian pupuk pun tidak terlalu banyak dengan pohon lainnya cukup satu kilo pupuk untuk satu batang pohon kelapa. Kebun kelapa juga memerlukan parit untuk memudahkan penyerapan air bagi pohon kelapa.” tuturnya.

Tak terasa hari sudah mulai siang, terik matahari mulai menembus bayangan di perkebunan. Diakhir pembicaraan miklan menuturkan tanaman kelapa adalah tanaman investasi untuk masa tua. Tanaman kelapa mampu bertahan dan produktif selama empat puluh sampai lima puluh tahun. Jadi sangat cocok sebagai tabungan masa tua. Tutur Miklan mengakhiri pembicaraan kami pada hari itu. 

Penulis : Fajrin Ghozali

Penyunting : Videlia Rika Wili

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Halaman