Kudapan Berlemak dan Manis yang Lezat - Korpus Bahasa

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, 11 Oktober 2021

Kudapan Berlemak dan Manis yang Lezat

 


Sumber: www.selasar.com/makanan-khas-kalimantan-barat

Korpora.id, Ketapang - Kamis, 19 November 2020. Siang itu, langit yang semulanya biru cerah perlahan berganti menjadi biru pekat. Hujan rintik-rintik pun mulai turun dan membasahi setiap jengkal tanah. Saya bertamu di sebuah rumah bewarna biru untuk bersemuka dengan tuan rumah.

Rohainiah (36) merupakan satu di antara ibu rumah tangga yang produktif di Desa Tempurukan. Dia membuka usaha kecil-kecilan untuk menambah anggaran keluarga. 

Setiap hari, Rohainiah berjualan berbagai kudapan tradisonal, seperti apam beras, rerokok, dadar gulung, penganan inti, dan lain-lain. Dia akan menitipkan kudapan tersebut ke warung-warung.

Namun, terdapat satu kudapan tradisional khusus yang hanya dia buat pada bulan Ramadhan saja. Kudapan itu menjadi ciri khas warga Ketapang untuk berbuka puasa. Namanya adalah jenjorong. Sebenarnya, kudapan tradisional tersebut juga menjadi makanan khas Pontianak. Nama populernya adalah jorong-jorong. Kudapan ini selalu diminati dan menjadi menu wajib yang dicari-cari. 

Rohainiah dengan menggunakan baju bewarna pink, celana abu-abu, rambut yang dikincir satu, dan memiliki senyum yang manis mulai membahas kudapat tradisional tersebut. Kami duduk bersila di tengah rumah. “Jenjorong ini dibuat dari tepung beras dan santan. Ditambahkan garam dan gula juga untuk memberi rasa. Jenjorong ciri khasnya harus menggunakan taker,” tutur dia sambil memegang satu taker. 

Taker (takir) adalah tempat yang dibuat sebagai wadah isi jenjorong yang dianyam menggunakan daun pandan. Wadah ini dibuat untuk menambah aroma wangi dari isi jenjorong yang lemak dan manis.

Ukuran taker akan disesuaikan dengan kemauan penjual. Rohainiah menggunakan satu lembar daun pandan wangi dan menghasilkan sepuluh taker dengan ukuran satu jengkal jari telunjuk.

“Untuk membuat jenjorong, emang harus menggunakan daun pandan. Daun pandan ini tahan, kuat, dan tidak bocor kalau dikukus, berbeda dengan daun-daun yang lain,” tutur Rohainiah melanjutkannya sambil memberikan taker pada saya.

Jenjorong memiliki rasa lemak di atas dan manis di bawahnya. Rasa dan bentuk jenjorong masih sama dari orang-orang dahulu dengan yang dijual sekarang. Bentuknya putih dengan aroma yang menggugah selera. Namun, ada beberapa kreasi baru dalam jenjorong, seperti diberi topping selai buah-buahan, krimer kental manis, dan lain-lain.

Namun, Rohainiah tetap memilih membuat jenjorong orisinal. Menurutnya, rasa jenjorong tergantung dengan cara membuat dan rasa adonan, apalagi menggunakan kayu api akan lebih enak lagi. 

“Kalau sekampel tepung beras, kelapanya harus dua buah untuk buat lemak. Cara membuatnya, yaitu santan dituguk sebentar baru kemudian diadon dengan tepung. Tambahkan garam untuk memberi rasa adonan. Baru dimasukkan satu sendok makan gula pasir di dalam taker dan curahkan adonan tersebut. Setelah itu, taker lalu dikukus selama 15 menit,” tutur Rohainiah menjelaskan cara membuat jenjorong sambil melunjurkan kakinya.

Untuk satu kambel tepung beras, Rohainiah bisa menghasilkan seratus lebih jenjorong. Harga satu kudapan berlemak dan manis ini dijual seharga seribu rupiah. Biasanya kalau sudah bulan Ramadhan, warga-warga akan memesan terlebih dahulu agar tidak kehabisan.

Jenjorong hanya mampu bertahan satu hari. Rohainiah akan membuat jenjorong pada pagi hari dan sorenya akan dijual di kedai Ramadhan. “Jenjorong ini endak bisa bermalam, cukup satu hari saja kerena pasti akan basi, kecuali dimasukkan ke dalam kulkas. Kalau untuk dijual, aku endak pernah memasukkan adonan ke kulkas karena rasanya pasti akan lain. Lebih baik buat baru lagi karena konsumen pasti mau yang enak,” tutur dia menyunggingkan senyum manisnya.

Rohainiah juga pernah menjual jenjorong di luar bulan Ramadhan, tetapi kurang diminati warga. “Orang-orang mudah cepat lejuk makan ini kali. Katekan besantan dan encer mungkin, jadi orang-orang endak tertalu membeli jenjorong. Namun, beda kondisi pada bulan Ramadhan,” tuturnya sambil melahap satu iris penganan inti yang dia sajikan kepada saya. 

Jenjorong paling identik dibeli warga pada bulan Ramadhan. Rohainiah juga tidak terlalu paham mengapa warga suka sekali membeli kudapan yang satu ini. 

Modal untuk membuat jenjorong kurang lebih hanya empat puluh ribu rupiah dan keuntungan yang didapat lumayan banyak. Warga pun akan berbondong-bondong membuat dan menjual jenjorong. Namun, itu tidak masalah bagi Rohainiah. 

Kunci utama jonjorong Rohainiah adalah dari segi rasa. Dirawati (38) merupakan satu di antara warga Tempurukan yang suka sekali dengan jenjorong menuturkan alasannya. “Kami sebagai pembeli, tetap mengonsumsi jenjorong miliknya karena rasanya enak, gulanya terasa, tepung santannya terasa dan agak kental. Jenjorong miliknya sangat lumer di lidah,” tuturnya memberikan pendapat mengenai jenjorong milik Rohainiah.

Dirawati juga memberikan alasan mengapa dia tertarik membeli jonjorong di bulan Ramadhan, yaitu pada saat bulan puasa kita dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang manis-manis. Tujuan agar mudah dicerna, sehingga lebih cepat mengembalikan energi tubuh. Itulah yang membuat warga memborong semua kudapat tradisional enak yang berlemak dan manis ini. 

Namun, mengonsumsi jenjorong juga tidak harus berlebihan karena harus diimbangi juga dengan yang lainnya. “Tetapi mayoritas pertama yang dibeli untuk berbuka puasa adalah jenjorong, biar sedikit pun tetap harus ada,” tuturnya mengingat kenikmatan jenjorong sambil duduk di sebuah kursi. 

Kenikmatan kudapan jenjorong saat bulan Ramadhan pasti sangat mantul. Merasakan lumernya suapan pertama yang ada lemak dan sedikit asinnya. Kemudian saat diadu di mulut, rasa manis-manisnya akan menggugah seleras. Bahasa kerennya manjiw (mantap jiwa). Kudapan tradisional ini akan selalu di nanti-nanti penggemarnya kala Ramadhan datang.

Penulis: Reza Utami Sahutni

Penyunting: Siska

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Halaman