Mengusut Chaikue Namira Makanan Khas Pontianak - Korpus Bahasa

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, 11 Oktober 2021

Mengusut Chaikue Namira Makanan Khas Pontianak

Sumber: Dokumen Pribadi

Korpora.id, Pontianak - 23 November 2020, bumi berputar zaman beredar, lain dulu lain sekarang. Begitulah kiranya kita menamai kondisi sekarang ini. 

Tidak dipungkiri bahwa orang-orang sedang berlomba untuk memperebutkan zaman. Terlebih dalam berbisnis, baik itu di bidang fashion, kecantikan, dan kuliner. Bagi orang yang melek akan perkembangan zaman, maka ia akan memanfaatkan keadaan itu. 

Sama halnya dengan ibu muda bertubuh mungil yang saya temui waktu itu. Nadia namanya, yang memulai usahanya dengan berjualan makanan khas Pontianak. Dengan sistem ‘pesan hari besok jadi’ atau yang biasa disebut Pre-Order Nadia memasarkan jualannya. Cara demikian memang marak digunakan di zaman yang serba praktis ini. 

“Dalam penjualan saya menggunakan sistem Pre-Order, taulah kan sekarang udah online. Orang-orang tinggal pesan lewat internet nanti kita yang antar. Lumayan lebih menghemat biaya juga, jadi tidak perlu membuat warung” ujar wanita 20 tahun itu. Sesuai dengan sasaran penjualannya, metode ini memang ampuh untuk digunakan.

Di tengah persaingan dunia perbisnisan, orang-orang akan lebih senang membuat inovasi baru. Terlebih dalam hal kuliner, banyak yang bisa dicoba dalam mengembangkan bisnis ini. Akan tetapi, ibu muda itu lebih memilih melestarikan yang sudah ada, seperti makanan khas dari tempatnya tinggal.

“Justru saya ingin berbeda. Disaat orang-orang mencoba hal-hal baru, saya justru mempertahankan yang lama. yahh, sekalian memperkenalkan makanan khas Pontianak lah’’ ujar ibu muda dengan jilbab syar’i yang terlilit indah di kepalanya.

Chaikue merupakan makanan khas Pontianak yang terkenal dalam jajaran masyarakat Tionghoa. Jenis makanan ini berasal dari bahasa cina. Chai artinya sayuran dan kue artinya kue, jadi Chaikue artinya kue yang berisi sayuran. Chaikue memiliki ciri khas dan cita rasa yang unik, hanya orang-orang tertentu yang bisa membuatnya. 

‘’Chaikue kalo dari bentuknya itu mirip kroket, tapi secara bahan, isian dan rasa sangat jelas sekali perbedaannya. Kulit chaikue terbuat dari tepung beras dan tepung maizena dengan isian kucai, bengkoang dan keladi. Sedangkan kroket, kulitnya terbuat dari tepung terigu dengan isian singkong, bihun dan kentang. Cara penyajian chaikue juga bisa dikukus dan digorengi’’. Jelasnya dengan lembut selaras dengan wajahnya yang adem.

Sebenarnya pembuatan Chaikue tidak begitu sulit. Kesuksesannya terletak pada proses pembuatan kulitnya. Jika tidak tepat dalam pembuatannya, maka rasanya akan berbeda (hilang ciri khasnya), ‘kesulitannya terletak dibagian kulit sih pastinya, karena jika salah, itu bisa aneh rasanya. Dan pembuatannya pun lumayan memakan waktu lama’ ujarnya.

Popularitas Chaikue dikalangan masyarakat Pontianak memang tidak diragukan. Jika melewati Jalan Siam Pontianak Pusat, maka akan menemui penjual Chaikue di sepanjang jalan. Kawasan ini rata-rata didomisili orang Tionghoa, tidak heran jika penjualnya pun kebanyakan orang Cina. 

“Sebenarnya peminat chaikue itu banyak, selain rasanya yang memiliki ciri khas dan enak, harganya pun terjanggau sekitar Rp 1.500 per buah. Hanya saja jika beli ditempat asli orang cina, khawatir orang muslim tidak bisa memakannya. Taulahkan maksudnya’’ ujarnya.

Sambil menyodorkan piring berisi 5 buah chaikue Nadia berkata, “’alhamdulillah sampai sekarang peminat chaikue masih bertahan. Sehari bisa 6-10 pack yang terjual, ya kita jualannya per-pack biar lebih mudah karenakan online. Kita juga buka pesanan untuk acara-acara, tetapi kalo untuk acara harus konfirmasi 3 hari sebelum acara, dikarenakan lumayan memakan waktu dalam pembuatan kulitnya’’. 

Baginya, berjualan chaikue memikili intensitas keuntungan yang cukup masuk akal. Terlebih untuk kebutuhan perekonomian, omset penjualan chaikue sangat menjanjikan, ‘’sebulan saya bisa dapat 3-4 juta, alhamdulillah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga kecil saya’’ ucapnya sambil mengemas pesanan chaikue, yang dipesan sehari sebelum pembuatan.

Memang disarankan bagi yang sedang berkunjung ke Pontianak untuk mencicipi makanan dari surga Kalimantan ini. Atau bisa juga memesan via-online, pemanfaatan teknologi yang ada. Dijamin akan membuat rindu untuk datang kembali ke kota Pontianak. Dengan harga yang terjangkau dan rasa yang ajib betul.

Penulis : Erisky Aprinia

Penyunting : Melyana


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Halaman