Pengalaman Mistis Seorang Ibu “Ditapok Hantu” - Korpus Bahasa

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, 11 Oktober 2021

Pengalaman Mistis Seorang Ibu “Ditapok Hantu”

 Sumber: Dokumen Pribadi

Korpora.id, Ketapang - Selasa, 10 November 2020. Sudah hampir dua tahun berlalu, Rumlah (41) kembali menyusun puzzle memori yang telah usang di long term memories-nya. Kisah mistis yang ia alami dapat menjadi pembelajaran bagi setiap orang untuk selalu mendengarkan petuah orang tua dahulu.

“Masuk Magrib, tidak boleh duduk melamun, nanti ada huntu.” Petuah singkat tersebut biasanya diucapkan oleh orang tua kepada anak saat melihat anaknya melamun, apalagi saat adzan Magrib berkumandang. Tujuannya adalah agar sang anak berhenti berkhayal yang tidak-tidak dan lebih baik melaksanakan kewajiban yaitu sholat.

Apakah petuah tersebut dapat berlaku dikehidupan sekarang? Entahlah. Mendengar pepatah itu saja mungkin sampai pada generasi milenial, itu pun hanya di pedesaan yang masih kental dengan adat dan budayanya. 

Kisah ini nyata adanya dan dialami langsung oleh Rumlah (Ibu berhijab biru) yang bertempat tinggal di Desa Sungai Awan Kiri, Dusun Kali Baru. Ibu empat orang anak ini hilang akibat ditapokkan hantu menjelang adzan Magrib di belakang rumahnya.

Saya duduk di tepi pintu belakang sambil melirik kiri kanan dinding yang dipenuhi anyaman belat yang tergantung. Suasana pencahayaan rumah yang agak redup ditambah kuburan di seberang jalan membuat aura yang sedikit berbeda. Selain itu, lingkungan rumah yang terbilang sepi dengan pohon-pohon besar yang masih kokoh berdiri menyiratkan suasana yang serupa.

Dengan raut wajah yang datar dan sambil melipat pakaian yang bertempuk, Rumlah memulai kisah mistisnya. “Aku duduk di pelantar, sedangkan anakku ada di rumah. Setelah mengumpan bebek, biasa gaya aku.” Kebiasaan yang ia lakukan adalah bersantai sejenak untuk memandangi ternaknya yang asyik menyantap pakan yang ia buat.

Kebiasaan umum itu sebenarnya sudah menjadi kebiasaan semua orang, tetapi nahas bagi Rumlah. Ternyata petang itu, Rumlah harus mengalami hal mistis. Ia tidak bisa mengingat apapun yang terjadi pada dirinya selama ia menghilang. Ingatannya hanya sebatas di awal kejadian saja.

“Untuk sosok tidak ada. Rasanya hanya bisikan-bisikan mengajak jalan. Setelah itu, aku tidak tahu lagi ke mana dibawanya. Rasanya tidak nyata,” tutur Rumlah menatap saya dengan mata melotot dan ekspresi yang cukup membuat bulu kuduk saya merinding. 

Menurut Susilawati (Ibu berhijab hitam) yang masih sanak familinya membenarkan kejadian hilangnya Rumlah. “Hilangnya Rumlah ketika malam Jum’at Kliwon, bukan malam Jum’at biasanya kata Pak Saab. Untuk tanggal pastinya, aku pun lupa,” tuturnya sambil menyandarkan badan di kursi kayu yang sudah tua. 

Anak dan suami Rumlah baru mengetahui ia hilang setelah swastamita yang bergulir menjadi gelapnya malam. Pihak keluarga menyangka bahwa Rumlah pergi ke warung, tetapi setelah dicari di warung, rumah keluarga, dan tempat lainnya ia tetap saja tidak ada.

Seketika rumor menghilangnya Rumlah menjadi trending di Dusun Kali Baru. Berbondong-bondong warga mulai berkumpul dan membantu mencari Rumlah ke setiap tempat. “Kami mulai mencari bersama warga dari jam delapan malam sampai besok pagi. Kami pun sampai berdukun mencarinya,”  tutur Susilawati mengingat kejadian demi kejadian setelah Rumlah menghilang. 

Warga sampai keluar masuk hutan dan masuk ke rumah-rumah kosong yang ada di sekitaran, bahkan sampai menyisiri pesisir laut Kali Baru. Namun, Rumlah tetap saja tidak ditemukan.

Pagi harinya, pihak keluarga baru mamanggil dukun untuk menerawang posisi Rumlah. Setelah melaksanakan ritual, entah keberuntungan atau kebenaran yang terjadi, tiba-tiba ada orang yang melihat Rumlah di plafon rumah kosong samping rumahnya. Padahal rumah tersebut sudah dicek berkali-kali dan tidak ada siapa-siapa.

“Padahal di rumah itu sudah dicari sampai ke plafonnya, tetapi tetap tidak ada. Namun, aku ditemukan di sana, padahal plafon itu bertutup dengan terpal. Warga pun heran, bagaimana aku ada di sana,” tutur Rumlah dengan suara yang agak meninggi dan terlihat ekspresinya yang masih tidak percaya dengan perkataan orang-orang. 

Menurut penerawangan dukun yang membantu, Rumlah ditapokkan hantu laut. Pihak keluarga pun harus berkerenah buang ke laut untuk mencari Rumlah. 

Susilawati kembali membuktikan perkataan Rumlah yang terlihat tidak percaya, “Setelah Rumlah ditemukan, kami pun bekerenah sekali lagi untuk buang ke laut.” 

Rumlah diketemukan sekitaran pukul 7 di atas plafon dengan posisi duduk. Namun, ia masih tidak sadar dan menurut orang-orang ia lanjut kesurupan. Rumlah mengoceh yang tidak-tidak hingga pihak keluarga harus berkerenah kedua kalinya untuk mengantarkan pulang sosok mistis yang berdiam di tubuh Rumlah.

Abah-abah yang digunakan untuk mengantarkan sosok itu pulang dengan memberikan “Bupah atau hantaran” berupa kemenyan, ayam mentah, ayam masak, rokok, pisang, telur, nasi kempunan, beras, dan lain-lain di dalam satu wadah kemudian dihanyutkan di tepi laut dengan menggunakan mantra-mantra tertentu. Sekitaran pukul 16, kesadaran Rumlah baru bisa kembali, walaupun kondisinya masih sangat lemah.

Pihak keluarga bersyukur Rumlah sudah sadar. “ Rumlah hilang kurang lebih 13 jam, kemudian dia kesurupan 9 jam, lumayan lama,” tutur Susilawati menghitung kejadian Rumlah dengan menggunakan jarinya. 

Menurut M Sood (68) ketua adat di Tempurukan, makhluk mistis tersebut nyata adanya. Jika makhluk itu mau menunjukkan diri, dia dapat berwujud kerbau, gumpalan ikan yang besar, atau pohon-pohon hidup yang ada di tengah laut.

“Makhluk mistis itu berwujud hal-hal yang tidak masuk akal di tengah laut,” tutur Sood sambil meletakkan sebatang rokok ke bibirnya yang ungu.

Sood berpesan bahwa kalau kita melihat hal yang aneh di laut, maka kita harus melemparkan sesuatu dan membacakan mantra. “. Ketika bertemu, kita harus menegurnya dan wajib melemparkan sesuatu ke laut dengan menyebut “Ujang hitam berambut emas” agar dia pergi,” tuturnya kembali.

Adapun berkaitan dengan Rumlah yang hilang, Sood mengatakan bahwa mungkin ia atau yang lain ada melakukan suatu kesalahan, sehingga saat lengah sosok itu masuk ke dalam diri Rumlah. Hal itu bisa dibenarkan karena sang suami juga seorang nelayan yang mencari ikan. Allahualam.

Perlu kita sama-sama yakini bahwa sosok mistis selalu ada di sekitar kita. Namun, jika kita dapat mengendalikan diri, makhluk itu tidak akan menggangu. Selain itu, kita juga harus selalu ingat petuah dari orang tua dahulu yang melarang perbuatan aneh-aneh yang bisa mengundang makhluk itu. Hiduplah berdampingan tanpa perlu mengganggu kehidupan orang lain atau makhluk lain!

Penulis: Reza Utami Sahutni

Penyunting: Siska

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Halaman