Rumah Pintar Desa Punggur - Korpus Bahasa

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 12 Oktober 2021

Rumah Pintar Desa Punggur

Sumber: Dokumentasi Rumah Pintar Desa Punggur

Korpora.Id, Pontianak - Sore hari di Taman Catur Untan,  menjadi perbincangan yang hangat membahas tentang pendidikan yang sangat disenangi Umilia Alumni Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Untan, Pendiri Rumah Pintar Punggur Cerdas yang  Berdiri Sejak 8 September 2018.

Pendidikan nonformal atau pendidikan luar sekolah diselenggarakan bagi setiap warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. Pendidikan nonformal berfungsi mengembangkan potensi masyarakat agar dengan penekanan dan penugasan pengetahuan serta keterampilan fungsional. 

RUMAH PINTAR PUNGGUR CERDAS hadir di tengah-tengah kehidupan masyarakat dan memiliki kapasitas dalam pengembangan pendidikan dan pembangunan masyarakat secara keseluruhan agar mereka dapat mengubah sikap dan perilaku guna meningkatkan taraf hidupnya. Ujar umilia.

Sambil meminum teh es yang dibeli tadi Umilia mengatakan bahwa, “Pendidikan merupakan sebuah hal penting yang harus didapatkan oleh masyarakat terutama anak. Pembekalan terhadap pendidikan seyogianya menjadi hal yang utama dan wajib didapatkan oleh anak menjadi bekal masa depan. Masyarakat gemar belajar dapat terwujud apabila setiap warga masyarakat selalu mencari dan menemukan sesuatu yang baru dan bermakna, meningkatkan kemampuan dan mengembangkannya melalui kegiatan belajar. Kegiatan belajar telah menjadi kebutuhan hidup dan kebiasaan masyarakat. Kegiatan belajar yang dilakukan oleh setiap warga masyarakat tidak terbatas hanya untuk mengetahui atau belajar sesuatu belajar untuk memecahkan sesuatu tetapi juga dimaksudkan adalah belajar untuk kepentingan dan kemajuan kehidupannya, ” ujarnya panjang lebar.

Umilia kembali menyampaikan motivasinya mendirikan Rumah Pintar, “Masyarakat gemar belajar akan sekaligus menjadi prasyarat bagi tumbuhnya masyarakat terdidik. Program-program pendidikan luar sekolah tentu menjadi sebuah wadah atau lembaga pendidikan yang dibentuk dan dikelolah  untuk masyarakat yang secara khusus berkonsentrasi dalam upaya pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan kebutuhan. Karena hal tersebut masyarakat khususnya saya selaku pemuda yang berdomisili di Desa Punggur Kecil Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya membentuk suatu pusat kegiatan masyarakat yang dinamakan RUMAH PINTAR PUNGGUR CERDAS. Yaitu sebuah wadah pengembangan potensi masyarakat terutama anak-anak yang ada di Desa Punggur Kecil dan wilayah sekitarnya.” Dengan berkaca-kaca Umilia mengutarakan dengan penuh semangat.

Melihat kondisi didesanya Umilia ingin menciptakan generasi yang penduli serta menerangkan bahwa, “Melihat kondisi pendidikan saat ini, terutama pendidikan yang ada di desa Punggur, sebagai pemuda desa yang terlahir di desa dan wajib untuk mengembangkan potensi anak-anak desa. Banyak sekali tugas dalam hal perbaikan kondisi pendidikan, mulai dari kesadaran pentingnya pendidikan, motivasi belajar, program literasi, pembinaan masyarakat dan program kesejahteraan keluarga menjadi point penting dalam upaya memajukan kondisi seperti ini,"

Ia menuturkan, maka hadirlah pusat pembelajaran berbasis sosial masyarakat dengan program utama bimbingan belajar, program tahfidz quran, dan program ruang baca masyarakat (budaya literasi). 

Sentra pembelajaran RUMAH PINTAR PUNGGUR CERDAS berupaya untuk berperan sebagai model pembelajaran dalam upaya mengatasi permasalahan pendidikan. Diantaranya rendahnya minat baca mastarakat terkhusus anak-anak usia belajar dengan solusi menghadirkan sentra buku, bermain, panggung, laptop, kriya dan peningkatan mutu pendidikan masyarakat.

Umilia menerangkan mengapa dirinya termotivasi mendirikan rumah punggur dia menyampaikan bahwa, “Dimulai dari cara pandang dan analisis kondisi pendidikan masyarakat desa saat ini. Analisis tajam dilihat dari segi permasalahan kenapa kurang tertarik untuk datang ke sekolah pada hari efektif belajar, belum baiknya minat baca masyarakat, menutup dirinya untuk melihat dunia pendidikan yang luas, adab dan kebiasaan, kurang dekatnya masyarakat dengan nilai-nilai agama, belum terberdayakannya potensi masyarakat dan sumber daya alam. Dilihat dari kondisi seperti inilah membuatkan saya semakin yakin bahwa sudah saatnya peran anak muda untuk mengendalikan itu semua dengan bantuan dan motivasi masyarakat sekitar. Sudah saatnya kita sebagai kaum muda untuk kembali pada desa sendiri dan menyadari betapa pentingnya bentuk dari implementasi dari satu diantara tri dharma perguruan tinggi. Menurut saya, ketika kita sudah berhasil di kota, sudah mendapatkan wejangan pendidikan , maka sudah saatnya anak muda kembali pada desanya dan wajib perperan aktif membangun desanya sesuai dengan kemampuan dan ilmu yang sudah dimiliki," jelasnya dengan tegas. 

Umilia menyampaikan bahwa Sekolah juga berperan aktif dan mendukung Rumah Pintar yang didirikannya, “Kami punya 14 sekolah mitra dari Paud dan SMA, Adik adik yang aktif belajar (bimbel) kurang lebih 180 orang.kemudian program tahfidz quran ada 20 orang dan program ruang baca masyarakat tidak pasti jumlahnya karna untuk program ini terbuka bagi seluruh warga masyafakat,” ujar Umilia. 

Umilia juga mengatakan peran aktif masyarakat dalam mendukung Rumah Pintar dengan menyatakan bahwa, “Masyarakat berperan aktif dalam bentuk  partisipasi  dan motivasi serta sumbangsih dalam pemikiran serta saran yang membangun demi keberadaan dan kemajuan pendidikan anak-anak desa. Tidak hanya itu, kadangkala masyarakat juga mendukung secara materil jikalau berhubungan dengan kegiatan-kegiatan keagamaan. Gotong royong masyarakat dan peran aktif masyarakat sangat terlihat jelas." ujarnya lagi.

Pemuda Pelopor Pendidikan Kalimantan Barat 2020 ini juga menyampaikan Manfaat yang dapat di radakan oleh desa/Kelurahan. Manfaatnya yaitu memberikan wadah belajar untuk anak-anak dan  masyarakat,  meningkatkan minat baca, mengembangkan potensi kecerdasan anak   dan  pengenalan  pembelajaran  berbasis teknologi., pengenalan nilai-nilai Islam dan memupuk rasa ingin tahu yang  mendalam,  meningkatkan sumber daya manusia, mengembangkan dan memberdayakan keterampilan mastarakat berbasis potensi lokal  melalui sentra kriya dan sentra lainnya, mningkatkan taraf hidup keluarga dan  masyarakat.

Umilia juga menuturkan Jika ditanya kesulitan. Rasanya tidak ada kesulitan yang terlalu besar, "Karena kami kegiatan kami murni sosial pendidikan, maka memang adik adik yang belajar disini tidak berbayar, "imbuhnya. Meski begitu, merka sangat sulit keuangan, fasilitas yang kurang, dan berharap adanya dukungan dari pemerintah setempat.

Penulis: Budiman

Penyunting: Muhammad Nurkhairani





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Halaman